Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa seluruh Rumah Potong Hewan (RPH) dilarang menaikkan harga daging sapi. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan nasional menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri 2026. Pernyataan ini disampaikan di tengah kondisi harga pangan nasional yang relatif terkendali.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), komponen harga bergejolak (volatile food) mengalami deflasi sebesar 1,96 persen secara bulanan, sementara secara tahunan tercatat inflasi sebesar 1,14 persen. Hal ini menunjukkan bahwa stabilitas harga pangan masih terjaga. Pemerintah telah menetapkan harga sapi siap potong dari Feedloter tidak lebih dari Rp55.000 per kilogram dan harga terima di RPH maksimal Rp56.000 per kilogram. Dengan demikian, harga daging di pasar tidak boleh melebihi Rp130.000 per kilogram.
Menteri Amran menegaskan, “Seluruh RPH tidak boleh menaikkan harga daging. Pemerintah ingin memastikan harga sapi dan daging tetap stabil, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.” Ia menekankan bahwa kenaikan harga yang tidak wajar tidak akan ditoleransi, terutama jika dilakukan dengan memanfaatkan meningkatnya kebutuhan masyarakat pada hari besar keagamaan.
Untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif, Menteri Amran meminta Satuan Tugas (Satgas) Pangan Mabes Polri bersama instansi terkait untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan ketat terhadap RPH yang diduga memainkan harga daging. “Satgas Pangan kami minta turun langsung memeriksa RPH yang memainkan harga. Jika ditemukan pelanggaran, akan dilakukan penindakan tegas,” ujarnya.
Sebagai langkah penertiban rantai pasok, Menteri Amran juga menginstruksikan feedloter agar tidak menyalurkan sapi hidup kepada jagal RPH yang tidak mematuhi ketentuan harga karkas dan daging. “Feedloter jangan memasok sapi ke jagal/pemotong di RPH yang tidak patuh. Ini bentuk penertiban agar stabilisasi harga berjalan efektif,” tambahnya.
BPS mencatat deflasi pada bulan Januari 2026, terutama pada komponen harga bergejolak yang didorong oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan, seperti telur ayam ras dan cabai merah di beberapa wilayah. Sementara itu, secara tahunan, beberapa komoditas seperti beras, daging ayam ras, dan bawang merah masih memberikan andil inflasi, namun dinilai masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu stabilitas harga pangan secara keseluruhan.
Menteri Amran menegaskan bahwa dengan pasokan pangan strategis yang berada dalam kondisi aman, pemerintah berkomitmen untuk menjaga harga tetap terkendali serta memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri 2026 tanpa tekanan lonjakan harga pangan.






















