Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan hasil yang positif. Dari Januari hingga Desember 2025, neraca perdagangan mencatat surplus sebesar US$41,05 miliar, meningkat US$9,72 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers pada Senin (2/2/2026) menyatakan bahwa surplus tersebut didukung oleh surplus komoditas nonmigas yang mencapai US$60,75 miliar. Sementara itu, komoditas migas masih mengalami defisit sebesar US$19,70 miliar.
Ateng menjelaskan bahwa nilai ekspor kumulatif pada tahun 2025 mengalami kenaikan sebesar 6,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama didorong oleh sektor industri pengolahan yang mencatat nilai ekspor sebesar US$227,10 miliar, atau naik 14,47 persen.
Tiongkok tetap menjadi tujuan utama ekspor komoditas nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai US$64,82 miliar atau 24,02 persen dari total ekspor. Amerika Serikat berada di posisi kedua dengan nilai ekspor sebesar US$30,96 miliar atau 11,47 persen, diikuti oleh India dengan nilai US$18,32 miliar atau 6,79 persen. Ateng menambahkan bahwa ekspor nonmigas ke Tiongkok sepanjang tahun 2025 didominasi oleh produk besi dan baja, bahan bakar mineral, serta nikel dan produk turunannya.





















