Headline.co.id, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar ~ Sumatra Barat, memastikan percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, sebagai bagian dari penanganan pascabencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025. Proyek ini diharapkan selesai pada awal Februari 2026. Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, meninjau langsung progres pembangunan pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Sebanyak 28 unit Huntara dibangun di dua lokasi berdekatan di kawasan intake PLTA Singkarak, masing-masing terdiri dari 20 dan 8 unit. Setiap unit memiliki ukuran 4,5 x 4,5 meter dan dilengkapi dengan fasilitas toilet, MCK, serta area pendukung seperti taman bermain anak. Andre Rosiade menyatakan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari program Danantara yang dilaksanakan oleh PT Nindya Karya dengan spesifikasi bangunan yang ditingkatkan sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Insyaallah seluruh pekerjaan fisik selesai 1 Februari 2026 sekaligus dengan pengisian furnitur. Huntara ini direncanakan diresmikan pada Senin, 2 Februari 2026. Kami juga akan membantu bingkisan sembako bagi penghuni,” ujar Andre. Ia menambahkan bahwa pembangunan Huntara juga dilakukan di Kabupaten Agam sebagai bagian dari komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatra Barat.
Wakil Bupati Ahmad Fadly menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan DPR RI terhadap masyarakat Tanah Datar. Menurutnya, kehadiran Huntara menjadi solusi penting bagi warga terdampak agar dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang. “Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memastikan penanganan darurat, pemulihan, dan rehabilitasi pasca bencana berjalan dengan baik sesuai amanat Presiden,” ujarnya. Ia berharap Huntara tersebut dapat dimanfaatkan dengan optimal oleh masyarakat sembari menunggu proses pembangunan hunian tetap (Huntap).
Sementara itu, Project Manager PT Nindya Karya, Syafriwal, melaporkan bahwa pembangunan 28 unit Huntara telah berlangsung selama tujuh hari dengan progres mencapai sekitar 90 persen. “Setelah pembangunan fisik rampung, kami segera melakukan pengisian fasilitas rumah. Setiap unit akan dilengkapi kasur, kipas angin, dan lemari,” jelasnya. Selain unit hunian, fasilitas pendukung juga dibangun secara lengkap, meliputi delapan toilet, dua dapur umum, serta area cuci dan jemuran. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung dan diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar pada 1 Februari 2026.



















