Headline.co.id, Bantul ~ Universitas Alma Ata (UAA) Yogyakarta kembali menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tahun 2026 dengan mengusung tema pembangunan desa tangguh terhadap penyakit tidak menular melalui integrasi edukasi gaya hidup sehat, penguatan pendidikan masyarakat, dan literasi teknologi digital. Kegiatan ini diikuti oleh 224 mahasiswa dari empat fakultas dan dilaksanakan pada 27 Januari hingga 12 Maret 2026 di tiga kalurahan wilayah Kabupaten Bantul. Program tersebut diawali dengan seremoni pemberangkatan pada Senin (26/1/2026) di Auditorium Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari, Universitas Alma Ata Yogyakarta. KKN Tematik ini dirancang sebagai bentuk pengabdian masyarakat berbasis riset dan kolaborasi lintas sektor.
Seremoni pemberangkatan berlangsung khidmat dengan dihadiri Wakil Rektor Bidang Riset, Pengembangan dan Pengabdian kepada Masyarakat, jajaran pimpinan universitas, perwakilan Pemerintah Kabupaten Bantul, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Bantul, para koordinator wilayah, dosen pembimbing lapangan, serta seluruh mahasiswa peserta KKN-T. Kegiatan ini menandai dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat desa.
Laporan pelaksanaan KKN-T disampaikan oleh Deputi Pengabdian Masyarakat dan Kuliah Kerja Nyata Universitas Alma Ata, M. Najib Mubarrok, S.Si., M.Sc. Ia menjelaskan bahwa KKN Tematik 2026 melibatkan mahasiswa dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, Fakultas Sains, Engineering and Technology, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Pelaksanaan program dikoordinasikan oleh tiga dosen koordinator wilayah, yakni Yanuar Wicaksono, S.Kom., M.Kom di Kalurahan Argodadi, Ahmad Anis Abdullah, S.Pd., M.Sc di Kalurahan Pleret, dan apt. Ari Widhiarso M.Farm di Kalurahan Sidomulyo, dengan pendampingan intensif dari dosen pembimbing lapangan di masing-masing lokasi.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Alma Ata, Prof. Dr. Hamam Hadi, M.S., Sc.D., Sp.GK., melalui Wakil Rektor Bidang Riset, Pengembangan dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Rino Richardo, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa KKN Tematik merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian berbasis riset dan pemberdayaan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa fokus utama KKN tahun ini adalah promosi gaya hidup CERDIK, penguatan pendidikan masyarakat, serta literasi digital desa sebagai fondasi membangun masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.
“KKN Tematik menjadi sarana integrasi keilmuan mahasiswa, khususnya dari Program Studi Farmasi, untuk mengimplementasikan ilmu kesehatan dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular di tingkat desa,” ujar Dr. Rino. Ia juga menekankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mendorong masyarakat hidup sehat, cerdas, dan adaptif terhadap kemajuan teknologi.
Apresiasi juga disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Bantul dari Bappeda, Eny Kriswandari, S.E. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan desa, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan.
“Program KKN Tematik Universitas Alma Ata sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat desa, terutama dalam meningkatkan kesadaran pencegahan penyakit tidak menular dan pemanfaatan teknologi digital untuk edukasi kesehatan,” ungkapnya.
Sebagai bentuk perlindungan bagi mahasiswa selama menjalankan pengabdian, BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Bantul menyerahkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada perwakilan peserta KKN-T. Penyerahan dilakukan oleh perwakilan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Bantul, Zaenuri, sebagai dukungan terhadap keselamatan dan kenyamanan mahasiswa di lapangan. Rangkaian acara pemberangkatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Dra. Nyai Hj. Ida Rufaida Ali, dengan pesan agar mahasiswa senantiasa menjaga ketulusan dan tanggung jawab selama bertugas di masyarakat.
Sehari setelah seremoni pemberangkatan, pada Selasa (27/1/2026), mahasiswa KKN-T Universitas Alma Ata diterjunkan secara serentak ke tiga lokasi, yakni Kalurahan Argodadi, Kalurahan Sidomulyo, dan Kalurahan Pleret di wilayah Kabupaten Bantul. Proses penerjunan didampingi langsung oleh pimpinan universitas dan deputi pengabdian masyarakat sesuai wilayah pendampingan masing-masing, serta diterima dengan baik oleh perangkat kalurahan dan kapanewon setempat.
Pihak kalurahan dan kapanewon menitipkan pesan agar mahasiswa mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat desa sekaligus menjaga etika dan nama baik universitas. Mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan kondisi lokal, memaksimalkan potensi desa, serta menjadikan setiap keterbatasan sebagai dasar perumusan program kerja. Kehadiran mahasiswa sebagai representasi dunia akademik di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat kontribusi Universitas Alma Ata dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan.





















