Headline.co.id, Jakarta ~ Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) secara resmi menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam memberantas praktik manipulasi harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dukungan ini disampaikan oleh Ketua Bidang Investasi, Perekonomian, dan Keuangan PP KAMMI, Arif Rahman, yang menegaskan bahwa praktik saham gorengan bukan hanya fenomena pasar, melainkan bentuk kejahatan keuangan yang merugikan investor ritel, terutama generasi muda yang baru memasuki pasar modal.
Arif Rahman menyatakan bahwa pasar modal Indonesia tidak akan mencapai kematangan global jika praktik manipulatif terus dibiarkan. “Pasar modal kita tidak akan pernah dewasa jika praktik-praktik manipulatif ini terus dibiarkan,” ujar Arif dalam keterangan tertulis yang diterima pada Minggu (1/2/2026).
Sebagai bentuk dukungan konkret, PP KAMMI menyampaikan tiga poin tuntutan kepada otoritas terkait. Pertama, mereka mendorong sinergi Kementerian Keuangan, OJK, dan BEI untuk memperkuat sistem pengawasan transaksi yang lebih transparan dan responsif terhadap anomali pasar. Kedua, mereka meminta penegakan hukum tanpa pandang bulu terhadap aktor intelektual di balik manipulasi harga saham, termasuk pemberian sanksi administratif dan pidana yang menjerakan. Ketiga, mereka mendesak pemerintah untuk meningkatkan program literasi keuangan guna melindungi masyarakat dari iming-iming keuntungan tidak wajar yang sering ditawarkan melalui media sosial.
Arif menegaskan bahwa pihaknya sejalan dengan pandangan Menkeu bahwa insentif pajak bagi pasar modal harus berbanding lurus dengan integritas bursa. “Insentif pajak harus sejalan dengan integritas pasar modal kita,” tambahnya. “Kami berharap langkah ini dapat meningkatkan kepercayaan investor dan memperkuat pasar modal Indonesia,” pungkas Arif.






















