Headline.co.id, Jakarta ~ Jakarta. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyatakan bahwa wacana menempatkan Polri di bawah kementerian merupakan upaya untuk melemahkan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, narasi ini dihembuskan oleh pihak-pihak yang sebelumnya berseberangan dengan Presiden Prabowo. “Narasi ini sengaja dibuat untuk melemahkan Presiden,” tegas Ketua Komisi III DPR RI dalam keterangannya pada Minggu (1/2/26).
Habiburokhman menambahkan bahwa jika Polri tidak berada langsung di bawah kendali presiden, maka kekuatan Kepala Negara akan berkurang. Selain itu, ia menilai bahwa rantai komando akan menjadi lebih panjang. “Jika Polri tidak di bawah presiden, kekuatan presiden akan berkurang dan rantai komando akan lebih panjang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Habiburokhman menjelaskan bahwa posisi Polri di bawah presiden saat ini adalah amanat dari reformasi. Ia menegaskan bahwa ketetapan ini merupakan koreksi terhadap praktik di masa lalu. “Posisi Polri di bawah presiden adalah amanat reformasi dan koreksi terhadap masa lalu,” ungkapnya.
Habiburokhman juga menambahkan bahwa narasi Polri di bawah kementerian adalah sesat dan tidak relevan dengan solusi yang ditawarkan oleh pembuat narasi tersebut. Ia menilai bahwa masalah sebenarnya adalah kultur oknum yang sering melakukan pelanggaran. “Narasi ini sesat dan tidak relevan, masalah sebenarnya adalah kultur oknum yang sering melanggar,” tutupnya.





















