Headline.co.id, Jakarta ~ Umat Muslim di Indonesia bersiap menyambut malam Nisfu Syaban 1447 Hijriah yang dipastikan jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026. Momen keagamaan ini dipandang penting karena berada di pertengahan bulan Syaban dan menjadi salah satu penanda spiritual menjelang datangnya Ramadan. Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, umat Islam masih memiliki waktu sekitar tiga hari sejak Jumat (30/1/2026) untuk mempersiapkan diri. Kepastian tanggal ini membantu masyarakat merencanakan ibadah secara lebih terarah dan khusyuk.
Kepastian Tanggal Nisfu Syaban 2026
Perhitungan kalender Hijriah menunjukkan bahwa 1 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Keseragaman awal bulan tersebut terjadi karena konjungsi bulan pada 19 Januari 2026, dengan posisi hilal yang telah memenuhi kriteria penentuan awal bulan menurut metode hisab dan rukyat yang digunakan pemerintah, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah.
Dengan demikian, malam Nisfu Syaban dimulai sejak Magrib pada Senin, 2 Februari 2026, hingga terbit fajar keesokan harinya. Sementara itu, siang hari Nisfu Syaban atau 15 Syaban 1447 H bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026. Kepastian ini memberikan ruang bagi umat Islam untuk menyiapkan amalan khas pertengahan Syaban, seperti doa bersama, zikir, dan puasa sunnah.
Pentingnya Nisfu Syaban dalam Tradisi Islam
Nisfu Syaban memiliki kedudukan khusus dalam tradisi keislaman. Malam ini diyakini sebagai salah satu waktu mustajab untuk berdoa dan memohon ampunan. Banyak umat Islam memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan introspeksi diri sekaligus memperkuat kesiapan spiritual sebelum Ramadan.
Dalam sejumlah riwayat, malam Nisfu Syaban juga dipahami sebagai waktu evaluasi amal perbuatan manusia. Karena itu, pemahaman terhadap tanggal yang tepat dinilai penting agar ibadah dapat dilaksanakan sesuai tuntunan dan tradisi yang diyakini masyarakat.
Puasa Ayyamul Bidh Bertepatan dengan Nisfu Syaban
Menariknya, Nisfu Syaban 2026 bertepatan dengan pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh, yakni puasa sunnah pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Pada Februari 2026, jadwal puasa Ayyamul Bidh adalah Minggu, 1 Februari 2026 (13 Syaban), Senin, 2 Februari 2026 (14 Syaban), dan Selasa, 3 Februari 2026 (15 Syaban).
Puasa Ayyamul Bidh memiliki dasar kuat dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam riwayat yang diriwayatkan Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, “Kekasihku mewasiatkan padaku tiga nasihat yang tidak aku tinggalkan hingga aku mati: berpuasa tiga hari setiap bulan, mengerjakan salat duha, dan mengerjakan salat witir sebelum tidur.” Hadis ini kerap dijadikan rujukan utama pelaksanaan puasa sunnah bulanan, termasuk di bulan Syaban.
Menjelang Ramadan 2026
Selain Nisfu Syaban, perhatian umat Islam juga tertuju pada perkiraan awal Ramadan 1447 Hijriah. Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor 01/MLM/I.1/B/2025 menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Sementara itu, kalender yang diterbitkan Kementerian Agama RI memprediksi awal puasa kemungkinan pada Kamis, 19 Februari 2026, dengan penetapan akhir tetap menunggu hasil rukyatul hilal.
Perbedaan metode penentuan awal bulan tersebut menjadi hal yang lazim dalam praktik keagamaan di Indonesia. Masyarakat diimbau mengikuti pengumuman resmi otoritas keagamaan masing-masing agar pelaksanaan ibadah tetap tertib dan berimbang.
Meski perhitungan kalender menunjukkan kepastian yang tinggi, penetapan tanggal Hijriah secara final tetap bergantung pada hasil pengamatan hilal. Faktor cuaca dan kondisi geografis dapat memengaruhi hasil rukyat di lapangan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan menunggu dan mengikuti pengumuman resmi dari pemerintah maupun organisasi keagamaan sebelum menetapkan agenda ibadah yang bergantung pada kalender Hijriah.
Dengan kepastian bahwa malam Nisfu Syaban 2026 jatuh pada 2 Februari, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan sisa waktu persiapan untuk memperbanyak ibadah, menjaga keharmonisan sosial, serta menata niat menyambut Ramadan dengan lebih matang dan penuh kesadaran spiritual.




















