Headline.co.id, Batam ~ Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meningkatkan kesiapsiagaan di seluruh simpul transportasi nasional untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. Langkah ini dilakukan guna memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat pada seluruh moda transportasi.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, penguatan langkah antisipatif dilakukan melalui peningkatan kewaspadaan unit teknis pusat dan daerah, pemantauan intensif titik rawan banjir dan longsor, serta kesiapan sumber daya manusia dan peralatan pendukung untuk respons cepat apabila terjadi gangguan operasional. “Seluruh unit teknis diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan, khususnya di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” ujar Menhub Dudy di Batam, Kepulauan Riau sebagaimana siaran persnya yang diterima , Jumat (30/1/2026).
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), periode Selasa (27/1) hingga Senin (2/2) berpotensi terjadi hujan lebat hingga ekstrem yang dapat meningkatkan risiko banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Wilayah yang terdampak lain Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, serta Papua Pegunungan.
Menhub menegaskan bahwa keselamatan perjalanan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Penyesuaian operasional transportasi dapat dilakukan, mulai dari pengaturan lalu lintas, pembatasan kecepatan, penundaan perjalanan, hingga penghentian sementara layanan apabila kondisi cuaca dinilai berisiko. “Keselamatan adalah hal yang tidak bisa ditawar. Dalam kondisi cuaca ekstrem, kami memilih untuk lebih berhati-hati demi melindungi masyarakat,” tegasnya.
Di sektor jalan dan jalan tol, Kemenhub berkoordinasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), operator jalan tol, Kepolisian, dan pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan infrastruktur serta pengelolaan lalu lintas. Sementara pada sektor perkeretaapian, patroli dan inspeksi jalur rel ditingkatkan, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor, disertai kesiapan penanganan cepat serta pembatasan operasional bila diperlukan.
Pada sektor transportasi laut dan penyeberangan, Kemenhub memperketat pemantauan kondisi cuaca dan gelombang, sejalan dengan peringatan BMKG terkait potensi angin kencang dan hujan lebat di sejumlah perairan. Penyesuaian jadwal hingga penundaan keberangkatan dilakukan apabila kondisi belum memenuhi standar keselamatan.
Adapun di sektor transportasi udara, Kemenhub memastikan kesiapan operasional bandara dan akses menuju bandara melalui koordinasi dengan penyelenggara penerbangan serta layanan navigasi udara untuk menyesuaikan jadwal penerbangan dengan perkembangan cuaca terkini.
Menhub Dudy juga mengimbau masyarakat agar mengutamakan keselamatan dalam merencanakan perjalanan, dengan memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini BMKG serta mengikuti arahan petugas di lapangan. “Kami mengimbau masyarakat tidak memaksakan perjalanan jika kondisi cuaca belum memungkinkan. Penundaan perjalanan merupakan bentuk perlindungan keselamatan bersama,” ujarnya.
Kemenhub menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan BMKG, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan sistem transportasi nasional tetap aman, andal, dan responsif terhadap dinamika cuaca.





















