Headline.co.id, Atambua ~ Memasuki usia ke-68 pada tahun 2026, SMP Katolik Don Bosco Atambua terus menegaskan posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan berkualitas di wilayah perbatasan Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RI–RDTL). Sekolah ini dikenal konsisten menghasilkan lulusan yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional dengan dasar ilmu pengetahuan dan iman yang kuat.
Perayaan hari jadi yang dilaksanakan pada Sabtu (31/1/2026) tidak hanya menjadi ajang ungkapan syukur, tetapi juga momentum untuk transformasi pendidikan melalui peresmian sejumlah fasilitas baru. Sebagai langkah nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan, SMPK Don Bosco meresmikan dua Ruang Kelas Baru (RKB) dan satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Fasilitas ini diberkati langsung oleh Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, sebagai bagian dari komitmen sekolah untuk menyediakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan representatif.
Drs. Nikolaus Umbu K. Birri, M.M., Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Belu, yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Belu, menyampaikan apresiasi atas konsistensi SMPK Don Bosco dalam menjaga kualitas pendidikan. “Usia 68 tahun adalah bukti dedikasi panjang. SMPK Don Bosco bukan sekadar sekolah, melainkan tempat lahirnya generasi cerdas dan berkarakter yang telah memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional,” ujarnya.
Dengan tema “Unggul dalam Ilmu, Teguh dalam Iman”, sekolah ini berfokus pada pengembangan potensi siswa secara holistik, baik dalam aspek akademik maupun nonakademik. Menjelang puncak perayaan, berbagai lomba diadakan untuk mengasah kreativitas, sportivitas, dan karakter siswa. Kegiatan tersebut meliputi lomba cerdas cermat dan majalah dinding untuk aspek akademik dan literasi, futsal, vokal solo, serta peragaan busana untuk bidang minat dan bakat, serta lomba penataan kelas dan tarik tambang untuk penguatan karakter dan kepedulian lingkungan.
Ketua Panitia, Fatima Bou Saka, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membangun budaya kerja positif dan lingkungan sekolah yang kondusif. “Kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan agar seluruh warga sekolah memiliki visi yang sama dalam meningkatkan prestasi,” ungkapnya.
Perayaan ini juga dihadiri oleh para alumni, menunjukkan kuatnya jaringan lulusan SMPK Don Bosco di berbagai sektor. Sinergi yayasan, orang tua, alumni, dan pemerintah diharapkan terus terjaga demi memastikan keberlanjutan pendidikan berkualitas di Kabupaten Belu. Dengan penambahan fasilitas dan semangat transformasi di usia ke-68, SMPK Don Bosco Atambua optimistis mampu terus mencetak sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di era global tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual.


















