Headline.co.id, Banda Aceh ~ Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap jajanan di kantin sekolah dan sekitarnya. Inspeksi ini bertujuan untuk memastikan keamanan pangan bagi para pelajar. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah MIN 6 Banda Aceh (MIN Model) pada Rabu (28/1/2026).
Sekretaris Dinkes Banda Aceh, dr. Nuraihan, MKM, menyatakan bahwa inspeksi ini bertujuan untuk mendeteksi adanya kandungan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan metanil yellow, serta memastikan kebersihan makanan. Dalam proses pemeriksaan, petugas kesehatan lingkungan mengambil sampel makanan dan mengujinya menggunakan test kit untuk boraks atau formalin. Selain pengujian, dilakukan juga pemeriksaan terhadap sanitasi dan kebersihan lokasi penjualan.
Hasil pemeriksaan di lokasi tersebut menunjukkan hasil yang baik dan negatif dari kontaminasi bahan berbahaya. Artinya, sampel yang diuji memenuhi syarat kesehatan lingkungan dan bebas dari zat berbahaya, termasuk pewarna terlarang. Meski hasilnya memuaskan, Dinkes Kota Banda Aceh akan terus melakukan pemantauan rutin dan inspeksi berkala agar standar kualitas pangan di sekolah tetap terjaga. Edukasi dan pembinaan berkelanjutan tentang hygiene sanitasi makanan juga diberikan kepada pedagang dan pengelola kantin.
Selanjutnya, dr. Nuraihan menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya perlindungan kesehatan anak sekolah, sesuai arahan Wali Kota. “Jajanan tidak sehat dapat mengganggu kesehatan dan prestasi belajar siswa,” tambahnya. Sidak ini juga dilaksanakan dalam rangka menjalankan amanat Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 tentang standar keamanan pangan. (TM)






















