Headline.co.id, Jogja ~ Keributan antar pelajar terjadi di depan SMA yang berada di Jalan Kapten Piere Tendean, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Jumat (30/1/2026) sore. Insiden tersebut melibatkan sejumlah pengendara sepeda motor yang masih berstatus pelajar dan sempat meresahkan warga sekitar. Menindaklanjuti laporan masyarakat, aparat kepolisian segera mendatangi lokasi dan mengamankan anak-anak yang terlibat untuk penanganan lebih lanjut.
Kasihumas Polresta Yogyakarta, AKP Gandung Harjunadi, S.H., menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.40 WIB. “Kami menerima laporan dari warga terkait adanya keributan anak-anak sekolah di depan SMA Jalan Kapten Piere Tendean, Wirobrajan. Setelah menerima laporan, anggota Polsek Wirobrajan langsung menuju tempat kejadian perkara,” ujar Gandung saat dikonfirmasi.
Berdasarkan data kepolisian, keributan melibatkan pengendara sepeda motor Honda Vario warna biru dop bernomor polisi AB 52** RI yang dikendarai SN (18), pelajar asal Gamping, Sleman, bersama WA (17), pelajar asal Mlati, Sleman. Sementara dari pihak sekolah, terdapat PM (18), pelajar dari salah satu SMA swasta di Kota Yogyakarta yang beralamat di Pakuncen, Wirobrajan.
Menurut keterangan awal, kejadian bermula sekitar pukul 15.30 WIB ketika PM hendak pulang sekolah dengan mengendarai sepeda motor. Saat melintas di depan sekolah, PM diduga ditendang oleh kelompok pengendara motor lain yang berjumlah sekitar lima kendaraan dan berboncengan, yang datang dari arah simpang empat Jalan Kapten Piere Tendean. Akibatnya, PM terjatuh di jalan.
“Setelah itu, teman-teman PM keluar dari dalam sekolah dan berhasil mengamankan dua pengendara, yakni SN dan WA. Sementara pengendara lainnya melarikan diri ke arah utara Jalan Kapten Piere Tendean,” jelas Gandung.
Warga yang melihat kejadian tersebut kemudian melaporkannya ke Polsek Wirobrajan. Petugas yang tiba di lokasi langsung mengamankan anak-anak yang terlibat dan membawa mereka ke Polsek Wirobrajan untuk pemeriksaan awal.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menemukan WA membawa sebuah sabuk gir. Selain itu, anak-anak yang diamankan mengaku berasal dari kelompok yang menamakan diri genk BOSSE atau Bocah STM Seyegan. Karena seluruh pihak yang terlibat masih di bawah umur, Kapolsek Wirobrajan memanggil orang tua masing-masing untuk hadir dalam proses penanganan.
“Langkah yang kami lakukan adalah mendatangi TKP, mengamankan anak-anak, membawa mereka ke Polsek, serta membuat laporan singkat dan dokumentasi. Penanganan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan sesuai ketentuan yang berlaku bagi anak,” kata AKP Gandung Harjunadi.





















