by

Kisah Karyawati yang Nyaris Diculik Saat Tumpangi Taksi Online

HeadLine.co.id, (Jakarta) – Media sosial dihebohkan dengan postingan seorang karyawati berinisial T (25) yang nyaris diculik saat naik taksi online. Ia hanya dibawa berputar-putar hingga akhirnya diturunkan di tol Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kejadian tersebut berawal saat T memesan taksi online pada Kamis (06/02) siang. Ia memesan dari kos nya di daerah Palmerah, Jakarta Barat menuju ke dua titik yakni kantornya yang terletak di Dharmawangsa dan dilanjutkan ke ICE BSD Serpong.

Saat sedang melakukan pemesanan, T sempat merasa curiga kepada driver. Hal ini dikarenakan sopir taksi online saat itu tiba setelah 15 menit padahal posisinya di map dekat dengan lokasi penjemputan.

Baca Juga: Doa Masyarakat Hindu Tamil Untuk Presiden Jokowi

Meskipun merasa curiga, T masih berfikir positif karena sopir itu menyapa dan menanyakan tujuannya

“Kemudian saya naik. Kan kalau dari kosan saya mau ke Dharmawangsa harusnya berputar, nah dia malah lurus terus makin menjauh,” katanya.

Saat dalam perjalanan, tiba-tiba T mendengar suara. Ia tidak dapat memastikan apakah suara tersebut suara handy talky (HT) atau suara Handphone.

“Nah, di situ dia jawabnya bisik-bisik ‘poin satu… masuk satu’,” ucapnya menirukan sopir tersebut.

Baca Juga: Tewaskan 29 Orang, Terungkap Motif Tentara Thailand Lakukan Penembakan

Kecurigaannya semakin bertambah saat melihat perjalanan yang semakin menjauh dari tempat tujuan. Ia lantas mengingatkan sopir bahwa tujuannya ke Dharmawangsa dahulu, baru kemudian ke Ice BSD.

Jawaban sopir selalu sama, ia mengatakan bahwa perjalanan mereka sudah sesuai dengan map. Tidak hanya itu, T mengakui bahwa selama perjalanan sopir sering meliriknya melalui kaca spion.

Kecurigaan T semakin memuncak kala uA menyadari bahwa mobil yang membawanya sudah masuk ke Tol Kebon Jeruk. T pun memberikan peringatan dengan nada tinggi. Lagi-lagi sopir tersebut berkilah bahwa perjalanan sesuai dengan map.

“Saya teriak ‘lho kok ini malah masuk tol’, terus si sopir jawab katanya sesuai map. Dia juga bilang kalo Dharmawangsa di Tangerang kan’, ‘lho mana ada Dharmawangsa di Tangerang, Dharmawangsa di Jakarta Selatan’,” ucapnya.

Saat tengah berdebat dengan sopir, T mengirimkan lokasi ia berada ke pacarnya. Ia juga memencet tombol emergency di aplikasi Grab yang terhubung ke call center.

“Saya telepon ke pihak call center taksi online tersebut, itu dia (sopir) mendengar saya menceritakan kejadiannya. Di situ dia melototin saya sambil dia teriak-teriak ‘poin satu… poin satu’ lalu dia membentak saya ‘ini sudah sesuai map!’,” bebernya.

Pihak call center Grab memastikan akan mengirimkan tim Satgas untuk menjemputnya. Telepon pun terus tersambung selama T berada di dalam mobil tersebut.

Baca Juga: BPBD Minta Warga 13 Perumahan di Bekasi Waspadai Banjir Susulan

Sopir tersebut panik kemudian akhirnya menurunkannya di pinggir tol. T lantas menyusuri jalan sepanjang tol mencari pintu keluar tol. Dia akhirnya tiba di jalan raya di dekat AKR Tower, Kebon Jeruk.

T berencana melaporkan sopir tersebut meski ia tidak dirugikan salam bentuk materi. Public Relations Manager Grab Indonesia, Andre Sebastian menjelaskan bahwa saat ini pihak mereka telah menonaktifkan akun driver dan tengah melakukan investigasi kejadian tersebut.

“Terima kasih atas perhatian penuhnya terhadap peristiwa ini. Untuk hal ini sudah ditangani sesuai dengan komitmen kami untuk memberikan dukungan dan bantuan yang dibutuhkan oleh penumpang. Selain itu kami telah langsung menonaktifkan mitra pengemudi tersebut sambil melakukan investigasi lebih lanjut,” ujar Andre.

Comment

News Feed