Headline.co.id, Jakarta ~ Jakarta. Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa pendataan penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan secara inklusif dan transparan. Program ini bertujuan untuk menjangkau seluruh kelompok sasaran, termasuk anak usia sekolah, santri, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, serta kelompok yang belum tercatat dalam administrasi kependudukan.
BGN memastikan tidak ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun penerima MBG yang fiktif. “BGN ini institusi yang terbuka, bahkan kita sudah mendapatkan nilai keterbukaan yang cukup tinggi. Semua orang berhak mengawasi seluruh menu yang dihasilkan oleh SPPG, dan siapa saja yang mengevaluasi, diapresiasi oleh BGN,” ungkap seorang pejabat BGN.
Menurut data dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, saat ini terdapat 22.091 unit SPPG dengan penerima manfaat mencapai 60 juta orang. Selain itu, program ini juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja langsung, termasuk 924.424 orang di SPPG, 68.551 pemasok, dan 21.413 mitra. Proses pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) juga sedang berlangsung untuk 32.000 formasi.
Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan akurasi data penerima program ini. Data tersebut akan menjadi dasar evaluasi jangka menengah dan panjang untuk memantau perubahan kondisi gizi dan pertumbuhan penerima program.





















