Headline.co.id, Bone Bolango ~ Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menegaskan bahwa pendidikan karakter harus menjadi langkah utama dalam mencegah dan menangani kasus perundungan di sekolah. Pernyataan ini disampaikan menyusul banyaknya laporan kasus perundungan, baik secara langsung maupun melalui media sosial, yang dapat berdampak serius pada kondisi mental dan psikologis anak.
“Pembinaan karakter pelajar harus menjadi fondasi dalam mencegah serta menangani maraknya kasus perundungan,” kata Wagub usai menghadiri lomba keterampilan baris-berbaris dan senam Tabola Bale Kreasi tingkat SMP dan SMA sederajat di Desa Talulobutu Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu malam (24/1/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh organisasi BPK OI bertepatan dengan peringatan Hari Patriotik 23 Januari 1942.
Wagub menekankan bahwa tanggung jawab melindungi anak dari perundungan tidak hanya berada di sekolah. Ia menegaskan pentingnya sinergi orang tua dan guru dalam pengawasan, bimbingan, dan pembentukan kepribadian anak. “Sinergi orang tua dan guru sangat penting dalam pengawasan dan pembentukan kepribadian anak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Idah Syahidah Rusli Habibie menjelaskan bahwa dampak perundungan saat ini cenderung lebih berat dibandingkan masa lalu. Menurutnya, kemudahan anak-anak mendapatkan berbagai hal tanpa proses perjuangan membuat mereka lebih rentan secara mental ketika menghadapi tekanan atau bullying. “Anak-anak sekarang lebih rentan secara mental karena kemudahan yang mereka dapatkan,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Wagub mengapresiasi kegiatan baris-berbaris dan senam kreatif sebagai wadah positif pembentukan karakter. Lomba baris-berbaris dinilainya dapat melatih disiplin, kekompakan, dan kepemimpinan, sementara Senam Tabola Bale Kreasi merupakan pendekatan kreatif yang sesuai minat generasi muda tanpa mengesampingkan nilai budaya dan kebangsaan. “Kegiatan ini adalah wadah positif untuk pembentukan karakter,” pungkasnya. (mcgorontaloprov/echin)






















