Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi bahwa situasi terkait influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia saat ini terkendali. Meskipun subclade ini telah terdeteksi di 13 provinsi, tren kasus influenza secara nasional menunjukkan penurunan sejak awal 2026.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine, dalam pernyataan resminya pada Selasa (30/1/2026), menegaskan bahwa virus Influenza H3N2 bukanlah virus baru, melainkan bagian dari influenza musiman yang muncul setiap tahun. “Pertengahan Januari 2025, H3N2 subclade K telah dilaporkan di 80 negara, termasuk Indonesia dengan kasus pertama terdeteksi pada M36. Namun, berdasarkan hasil pemantauan, tren kasus influenza di Indonesia telah menurun sehingga masyarakat tidak perlu panik,” ujar Prima.
Data dari Kemenkes menunjukkan bahwa sejak 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026, terdapat 74 kasus subclade K dari total 204 spesimen influenza A (H3N2) yang diperiksa, dengan temuan terbanyak di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Puncak kasus terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025 dan terus menurun sejak minggu ke-44. Tidak ada penambahan kasus A(H3N2) subclade K mulai minggu ke-52.
Sebagian besar pasien influenza mengalami gejala ringan hingga sedang dan dapat sembuh dengan sendirinya. Kasus berat umumnya terjadi pada kelompok berisiko tinggi, seperti lansia dan individu dengan penyakit penyerta. Prima menjelaskan bahwa laporan kematian pada pasien influenza umumnya berkaitan dengan kondisi komorbid yang memperberat penyakit dasar. “Influenza tidak selalu menjadi penyebab kematian utama, tetapi dapat menjadi pencetus yang memperburuk kondisi kesehatan yang sudah tidak stabil, terutama pada pasien lansia dengan komorbid,” tambah Prima.
Kemenkes terus melakukan surveilans influenza di fasilitas kesehatan, rumah sakit, dan pintu masuk negara, termasuk pemeriksaan laboratorium dan analisis genom virus, untuk memastikan tidak terjadi perubahan signifikan pada karakter virus. Masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat sakit, terutama bagi kelompok rentan seperti mereka yang memiliki komorbid atau lansia, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala berat. Vaksinasi influenza tahunan juga dianjurkan, khususnya bagi kelompok berisiko, sebagai langkah pencegahan.



















