Headline.co.id, Kabupaten Agam ~ Ikatan Luhak Agam (IKLA) Batam mengambil langkah nyata dalam membantu pemulihan pascabencana banjir bandang di Kabupaten Agam. Organisasi ini tidak hanya menyalurkan bantuan kemanusiaan, tetapi juga menjalankan program trauma healing bagi para penyintas bencana. Kegiatan ini dimulai dengan penyambutan rombongan IKLA Batam oleh Pemerintah Kabupaten Agam yang diwakili oleh Asisten III Sekretariat Daerah, Syatria, di Aula Kantor Bupati Agam pada Senin, 19 Januari 2026. Kehadiran IKLA Batam menunjukkan kuatnya ikatan emosional perantau dan kampung halaman yang sedang dilanda musibah.
Sekretaris IKLA Batam, Ilyas, menyatakan rasa terima kasih atas sambutan dari Pemerintah Kabupaten Agam dan menegaskan komitmen organisasi untuk terlibat langsung dalam proses pemulihan. “Ini menjadi kebanggaan bagi kami bisa kembali ke ranah dan berkontribusi. Program yang kami jalankan telah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah agar tepat sasaran,” ujarnya. IKLA Batam bekerja sama dengan Kampus Anak Bangsa (Kansa) dan Amanah Rang Minang (ARMI) yang memiliki pengalaman dalam pendampingan masyarakat serta pemulihan trauma pascabencana.
Dalam kesempatan tersebut, IKLA Batam juga menyerahkan bantuan dana yang akan dimanfaatkan sesuai kebutuhan di lapangan. Selain itu, organisasi ini berencana mengadakan konser amal di Batam untuk mengumpulkan donasi tambahan bagi masyarakat terdampak di Agam. Program trauma healing direncanakan berlangsung selama dua minggu ke depan. Pendampingan dilakukan tidak hanya melalui kegiatan hiburan dan aktivitas kelompok, tetapi juga dengan mendatangi langsung rumah-rumah korban agar proses pemulihan psikologis dapat berlangsung lebih intensif dan menyeluruh.
Asisten III Setda Agam, Syatria, mengungkapkan rasa terima kasih atas kepedulian para perantau yang terus hadir membantu daerah asalnya. “Apa yang dilakukan IKLA Batam bersama mitra merupakan nilai ibadah dan sangat berarti bagi masyarakat Agam. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus terjaga untuk mendukung pemulihan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Bencana banjir bandang di Kabupaten Agam telah berdampak luas hampir di seluruh wilayah. Hingga saat ini, tercatat 166 korban jiwa, dengan 37 orang belum teridentifikasi, termasuk delapan korban yang ditemukan dalam kondisi terpisah. Jumlah pengungsi mencapai 3.792 orang, sementara di Nagari Salareh Aia, pemerintah daerah tengah membangun 117 unit hunian sementara. Total kerugian dan kerusakan akibat bencana diperkirakan mencapai Rp8,5 triliun, meliputi sektor perumahan, infrastruktur, serta lahan pertanian yang berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Agam kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk para perantau, relawan, dan lembaga sosial, yang terus memberikan dukungan nyata bagi percepatan pemulihan pascabencana di Ranah Agam.






















