Headline.co.id, Dalam Upaya Mengurangi Timbunan Sampah Di Kota Tangerang Selatan ~ Gubernur Banten Andra Soni memberikan bantuan berupa toren Pupuk Organik Cair (POC) dan fasilitas biogas. Bantuan ini bertujuan untuk mengolah sampah organik rumah tangga hingga 100 kilogram per hari dan menghasilkan biogas yang dapat digunakan untuk memasak selama 30 hingga 60 menit setiap harinya.
Ade Yunus, Ketua Banksasuci Foundation sekaligus inisiator program ini, menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari dana pribadi Gubernur Banten, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Pak Gubernur Andra memiliki perhatian serius terhadap persoalan sampah di Tangsel. Sambil menunggu aglomerasi PSEL beroperasi, beliau menginginkan langkah konkret jangka pendek dalam mengurangi sampah dari sumber,” ujar Ade pada Minggu, 18 Januari 2026.
Selain memberikan fasilitas, Gubernur Banten juga mengarahkan Banksasuci Foundation untuk melakukan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat. Tujuannya agar masyarakat mampu mengelola sampah dari sumbernya, sehingga hanya residu yang dibuang ke tempat penampungan sementara (TPS) atau tempat pemrosesan akhir (TPA). “Kalau sekadar alat, siapa pun bisa membuat. Tantangannya justru pada pendampingan dan edukasi kepada masyarakat dalam mengelola sampah dari rumah. Insyaallah, melalui pendampingan secara berkelanjutan, semangat zero waste dapat terwujud,” tambah Ade.
Ketua Bank Sampah The High Jaya Serpong, Anita Yuliana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Banten atas perhatian dan dukungan yang diberikan melalui fasilitas serta pendampingan edukasi. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur atas bantuan yang diberikan. Bank Sampah kami tetap berjalan di tengah kondisi darurat sampah meskipun dalam keterbatasan. Namun, dengan dukungan dari Pak Gubernur melalui fasilitas dan pendampingan, kami kembali bersemangat,” ujar Anita.
Anita juga mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah organik masih menjadi tantangan di wilayahnya. Upaya pengolahan melalui budi daya maggot sebelumnya belum berhasil dan membutuhkan ketekunan serta keuletan yang tinggi. “Kami pernah mencoba budi daya maggot, tetapi membutuhkan ketekunan khusus dan tidak mudah. Mudah-mudahan dengan adanya fasilitas toren POC ini dapat membantu menyelesaikan pengolahan sampah organik di kompleks kami,” jelasnya.




















