Headline.co.id, Banda Aceh ~ Relawan dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) telah berhasil menjangkau wilayah terisolir di Aceh Timur untuk memberikan layanan kesehatan kepada warga yang terdampak banjir. Emergency Medical Team (EMT) dari MDMC dikerahkan untuk memberikan layanan medis di daerah yang sulit diakses akibat banjir.
Dalam dua hari terakhir, Tim EMT Muhammadiyah telah mencapai Dusun Sarah Raja di Desa Sah Raja dan Dusun Sijuk di Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari. Wilayah ini sebelumnya terisolir akibat banjir, menyebabkan warga mengalami kesulitan mendapatkan layanan kesehatan selama berminggu-minggu.
Dr. M. Irfan Rizaldy, pemimpin Tim EMT Muhammadiyah, menyatakan bahwa perjalanan menuju lokasi pengungsian memerlukan usaha fisik dan logistik yang besar. Tim harus melewati jalan berlumpur dengan kendaraan gardan ganda, dilanjutkan dengan sepeda motor trail bersama komunitas IMTRAX, sebelum menyeberangi sungai menggunakan perahu dan berjalan kaki menuju tenda pengungsian. “Kami hadir untuk memastikan warga di pelosok, sedalam apa pun lokasinya, tidak merasa sendirian menghadapi musibah ini,” ujar dr. Irfan pada Sabtu (16/1/2026).
Meskipun berada di lokasi terpencil dengan fasilitas terbatas, MDMC tetap menyediakan layanan medis yang komprehensif. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter umum dan dokter spesialis kulit, mengingat banyaknya keluhan kesehatan pascabanjir. Sebanyak 86 warga menerima layanan medis, dengan keluhan utama berupa penyakit kulit akibat buruknya sanitasi, infeksi saluran pernapasan, hipertensi, serta kelelahan ekstrem. Selain pengobatan, tim juga membagikan obat-obatan dan memberikan edukasi kesehatan kepada para pengungsi. “Kondisi di Dusun Sarah Raja cukup memprihatinkan karena benar-benar terputus. Namun semangat warga dan respons positif 86 pasien yang kami layani hari ini membuat lelah tim terbayar,” tambah dr. Irfan.
Misi kemanusiaan ini merupakan bagian dari respons terpadu MDMC DIY di Aceh Timur yang melibatkan tenaga profesional dari RS PKU Muhammadiyah Sleman, RS AMC, PKU Bantul, PKU Gombong, serta Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Hingga saat ini, lebih dari 900 warga Aceh Timur telah mendapatkan layanan kesehatan dari MDMC.
Ke depan, MDMC akan terus menyiagakan personel dengan sistem rotasi tim yang dijadwalkan pada 19 Januari 2026, guna memastikan layanan kesehatan dan pendampingan psikososial tetap berjalan hingga fase pemulihan berakhir.
Sementara itu, Juru Bicara Posko Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, mengapresiasi peran aktif berbagai lembaga kemanusiaan, termasuk Muhammadiyah, dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat krusial dalam penanganan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. “Sinergi pemerintah dan lembaga kemanusiaan menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana di Aceh,” ujarnya.
Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan dan Health Emergency Operational Center (HEOC) terus melakukan pemantauan harian dan penguatan layanan kesehatan di lapangan. Koordinasi lintas sektor juga terus ditingkatkan untuk memastikan kelompok rentan – bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas – tetap mendapatkan perlindungan kesehatan di wilayah terdampak bencana.






















