Headline.co.id, Batang ~ DONGGALA – Akses transportasi yang menghubungkan Desa Wani 3 di Kecamatan Tanantovea dengan Desa Labuan Kungguma di Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, mengalami gangguan akibat banjir yang merusak infrastruktur jalan dan jembatan. Menanggapi situasi ini, personel Brimob Polda Sulawesi Tengah segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Dengan dukungan dari TNI dan partisipasi aktif masyarakat setempat, Brimob membangun jembatan sementara sebagai solusi cepat untuk memulihkan akses warga.
Pembangunan jembatan darurat ini dilakukan secara manual dengan memanfaatkan material lokal berupa batang pohon kelapa yang disumbangkan oleh warga. Meskipun terdapat keterbatasan peralatan, personel Brimob tetap bekerja menggunakan alat seadanya demi mempercepat tersambungnya kembali jalur penghubung antar desa. Proses pembangunan jembatan sederhana tersebut berlangsung selama dua hari dan kini dapat dilalui oleh pejalan kaki. Kehadiran jembatan darurat ini sangat membantu masyarakat yang sebelumnya terisolasi akibat terputusnya akses utama.
Selain membangun jembatan, personel Brimob Polda Sulteng juga aktif membantu warga membersihkan rumah-rumah yang terdampak banjir sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. Komandan Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol. Kurniawan Tandi Rongre, S.I.K., M.Si., menyatakan bahwa pembangunan jembatan darurat ini merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Dalam kondisi darurat, yang paling utama adalah bagaimana akses warga bisa kembali terhubung. Personel kami bergerak cepat dengan segala keterbatasan, bekerja bersama TNI dan masyarakat untuk membantu meringankan beban warga,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa Brimob Polda Sulteng akan terus hadir dan berperan aktif dalam setiap penanganan bencana, baik pada tahap tanggap darurat maupun pemulihan, sebagai wujud pengabdian dan tanggung jawab kemanusiaan kepada masyarakat.






















