Headline.co.id, Medan ~ Wakil Menteri Agama (Wamenag) Republik Indonesia, Romo H. Raden Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., menekankan pentingnya kerukunan sebagai syarat utama dalam keberlangsungan pembangunan nasional. Hal ini disampaikan saat memberikan bimbingan kepada aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Jumat (16/1/26).
Romo Syafi’i menegaskan bahwa setiap amanah yang diberikan oleh negara harus dilaksanakan dengan tanggung jawab penuh dan pelayanan kepada masyarakat. Ia mengingatkan agar tidak meninggalkan kesan negatif atau stigma buruk mengenai citra insan Kementerian Agama di tengah masyarakat. “Kita harus menjaga citra positif dan melayani masyarakat dengan baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wamenag menyatakan bahwa bangsa Indonesia yang multikultural dan majemuk memerlukan perawatan kerukunan antarumat beragama. Hal ini penting agar perbedaan yang ada tidak menjadi potensi konflik di masyarakat. “Pluralitas bangsa Indonesia adalah anugerah dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, dan menjadi modal penting bagi pembangunan bangsa,” ujarnya.
Romo Syafi’i juga menyoroti bahwa di negara lain, konflik sering muncul akibat perbedaan agama, suku, dan budaya. Namun, di Indonesia, keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan. “Keberlangsungan pembangunan bangsa Indonesia terus didorong oleh Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjadi bangsa dan negara yang maju,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa terpenuhinya berbagai program pembangunan nasional memerlukan prasyarat utama, yaitu rakyat dan bangsa harus bersatu dan tidak terpecah belah karena perbedaan. “Kita harus bersatu untuk mencapai tujuan pembangunan,” jelasnya.
Wamenag juga menyoroti upaya pemerintah dalam menangani kebocoran pendapatan negara, khususnya di sektor pertambangan, minyak, dan gas bumi. “Hasil dari upaya ini mulai terlihat,” ujarnya. Ia menekankan bahwa insan Kementerian Agama harus berada di garis depan dalam melawan korupsi, sehingga citra Kementerian Agama di masyarakat semakin baik. “Kita harus menjadi contoh dalam integritas dan pelayanan,” tutupnya.




















