Headline.co.id, Jakarta ~ Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat memberikan apresiasi atas prestasi cabang olahraga berkuda memanah Indonesia yang berhasil meraih gelar juara umum pada International Horseback Archery Alliance (IHAA) Asian Nations Cup 2025 Stage 2 di Bogor, November 2025. “Saya menyampaikan selamat dan apresiasi kepada para patriot olahraga prestasi Indonesia dari cabang olahraga berkuda memanah yang berhasil menjadi juara umum IHAA Asian Nations Cup Tahun 2025 Stage 2,” ujar Ketua Umum KONI Pusat, Ade Lukman, sebagaimana disampaikan dalam siaran pers yang diterima , Kamis (15/1/2026).
Ade Lukman menilai bahwa pencapaian ini menunjukkan potensi besar olahraga berkuda Indonesia untuk bersaing di tingkat regional dan global, asalkan didukung oleh tata kelola organisasi yang solid dan konsisten. Selain prestasi atlet, KONI Pusat juga mengapresiasi diterimanya Federasi Nasional (FN) Pordasi Berkuda Memanah (PBM) sebagai anggota Asian Horseback Archery Federation (AHAF). “Kepada FN Pordasi Berkuda Memanah saya juga menyampaikan selamat atas diterimanya sebagai anggota AHAF. Ini langkah penting dalam memperkuat legitimasi internasional,” tambahnya.
Ketua Umum KONI Pusat mendorong FN PBM untuk segera melanjutkan proses menjadi anggota federasi internasional, serupa dengan federasi nasional Pordasi lainnya yang telah aktif di tingkat global. “Saya berharap FN PBM segera menjadi anggota federasi internasional. Begitu juga FN Pordasi lainnya harus aktif mendaftarkan diri, seperti FN Pordasi Equestrian di FEI, FN Pordasi Pacu di IFHA, serta FN Pordasi Polo di FIP,” tegasnya.
Ade Lukman juga menekankan pentingnya konsolidasi internal Pordasi sesuai arahan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir. Menurutnya, sinergi hanya dapat terwujud melalui komunikasi yang terbuka dan komitmen merangkul seluruh pemangku kepentingan. “Mengacu pada arahan Menpora RI, dibutuhkan konsolidasi organisasi Pordasi yang diawali komunikasi yang baik serta niat mewadahi dan merangkul seluruh pihak demi satu tujuan, yakni sinergitas untuk mewujudkan prestasi olahraga Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal KONI Pusat menekankan pentingnya menjaga hubungan sinergis seluruh keluarga besar Pordasi baik Pacu, Equestrian, Polo, maupun Berkuda Memanah—dengan KONI dan pemerintah. Ia juga mendorong kolaborasi dengan pihak ketiga guna menghadirkan kompetisi berkualitas dan berkesinambungan sebagai fondasi pembinaan atlet jangka panjang. “Peran Pengprov serta Pengkab/Pengkot Pordasi sangat strategis dalam pembinaan atlet dari akar rumput. Aktivitas pembinaan di daerah menjadi kunci utama lahirnya atlet berprestasi nasional,” ujarnya.
Dalam forum Rakernas, Ketua FN Pordasi Equestrian Dewi Larasati (Tike) mengapresiasi kehadiran KONI Pusat dan seluruh Pengprov Pordasi. “Momen silaturahmi ini penting untuk memperkuat konsolidasi dalam menghadapi berbagai dinamika yang ada,” ungkapnya. Sekjen FN Pordasi Polo sekaligus Ketua Panitia Rakernas, Hendra Sukanto, menegaskan bahwa Rakernas KN Pordasi II Tahun 2026 menjadi momentum percepatan transformasi organisasi. “Rakernas empat FN Pordasi yang digelar serentak menjadi akselerasi transformasi organisasi. Pordasi kini harus dikelola secara profesional, adaptif, dan berbasis kolaborasi,” tegasnya.
Usai Rakernas dibuka, Sekjen KONI Pusat bersama peserta Rakernas berdiskusi mengenai arah pengembangan olahraga berkuda nasional. Salah satu isu strategis yang dibahas adalah wacana penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Berkuda secara mandiri. Ketua Presidium Konfederasi Nasional (KN) Pordasi sekaligus Ketua Umum FN PBM, Triwatty Marciano, mengangkat gagasan tersebut. Menanggapi hal itu, Sekjen KONI Pusat menegaskan dukungan terhadap penyelenggaraan PON Berkuda sebagai bagian dari penguatan ekosistem olahraga berkuda nasional.




















