Headline.co.id, Bengkayang ~ Polda Kalimantan Barat telah menyiagakan personel di seluruh wilayah untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat akibat penurunan curah hujan hingga awal Februari 2026. Kombes Pol. Bambang Suharyono, Kabid Humas Polda Kalbar, menyatakan bahwa langkah ini diambil berdasarkan analisis cuaca yang menunjukkan sebagian besar wilayah Kalbar memasuki fase kering dengan risiko tinggi terjadinya kebakaran.
Polda Kalbar bersama jajaran polres dan polsek akan meningkatkan patroli terpadu di daerah-daerah yang dikenal rawan karhutla, termasuk wilayah perkebunan, lahan gambut, dan area terbuka yang sering digunakan untuk pembukaan lahan. Selain patroli, pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan oleh masyarakat juga akan diperketat. Polda Kalbar menegaskan larangan keras terhadap pembukaan lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
Berdasarkan prakiraan cuaca, 19 Januari hingga 8 Februari 2026, sebagian besar wilayah Kalbar diperkirakan hanya akan menerima curah hujan 5 hingga 75 milimeter per minggu. Daerah seperti Sambas, Bengkayang, Mempawah, Landak, Singkawang, Pontianak, Kubu Raya, Sanggau, Sekadau, Kayong Utara, hingga Ketapang diprediksi mengalami curah hujan rendah. Pada periode 16 hingga 22 Januari 2026, tidak ada indikasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah-wilayah tersebut, sehingga potensi munculnya titik panas dan kebakaran lahan diperkirakan meningkat.





















