Headline.co.id, Jakarta ~ Selatan — Direktorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri bekerja sama dengan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan mengadakan sosialisasi bertema “Peran Orang Tua dalam Mencegah Radikalisasi dan Kekerasan Anak” di SMA Negeri 34 Jakarta Selatan. Acara ini berlangsung pada Selasa, 13 Januari 2026, di Jalan Margasatwa Raya, Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, dan diikuti oleh 75 peserta yang terdiri dari orang tua siswa dan guru.
Dalam kegiatan tersebut, hadir jajaran manajemen sekolah, termasuk Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Nana Sudiana, S.Pd., Kepala Sub Bagian Tata Usaha Ibu Kasmi, S.E., perwakilan komite sekolah Ibu Rita Rina, serta sejumlah staf kesiswaan dan guru SMAN 34 Jakarta Selatan. Dua narasumber dari Ditcegah Densus 88 AT Polri, yaitu AKP Mirza Triyuna Putra, S.Kom., M.H., M.T.I. dan BRIPKA Iman Wahyu, S.H., memberikan materi mengenai pemahaman ideologi, proses radikalisasi pada anak, serta potensi media sosial sebagai sarana penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).
Para narasumber menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendeteksi dini perubahan perilaku anak, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Pengawasan terhadap aktivitas digital anak, terutama media sosial dan game online, menjadi bagian penting dalam mencegah anak terpapar konten bermuatan intoleransi dan radikalisme. Selain itu, peserta sosialisasi juga dibekali pemahaman tentang nilai-nilai toleransi, ideologi kebangsaan, serta cara melindungi anak dari potensi paparan paham IRET di ruang digital.
Kegiatan ini berlangsung secara aktif dan partisipatif. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya sosialisasi ini dan berharap sinergi sekolah, orang tua, dan aparat dapat terus diperkuat sebagai langkah preventif dalam melindungi generasi muda dari pengaruh radikalisasi dan kekerasan.























