Headline.co.id, Jakarta ~ Malam 27 Rajab 1447 Hijriah yang bertepatan dengan Jumat, 16 Januari 2026, kembali menjadi perhatian umat Islam karena dikaitkan dengan peristiwa Isra Miraj. Di berbagai daerah, sebagian umat Muslim melaksanakan sholat malam 27 Rajab sebagai bentuk ibadah sunnah. Namun, praktik ini menimbulkan perbedaan pandangan di kalangan ulama terkait dalil, hukum, waktu pelaksanaan, serta tata caranya.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Ditjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama RI, sholat malam 27 Rajab dapat dilaksanakan sejak Kamis malam, 15 Januari 2026, setelah waktu Maghrib atau Isya. Masyarakat menjalankan ibadah ini dengan tujuan meningkatkan kualitas spiritual, meskipun tidak terdapat dalil shahih yang secara khusus mensyariatkannya.
Dalil Pelaksanaan Sholat Malam 27 Rajab
Dalil yang kerap dijadikan rujukan oleh sebagian umat Islam bersumber dari kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali. Dalam terjemahan yang disusun Purwanto, disebutkan sebuah riwayat yang menyatakan, “Barang siapa mengerjakan amal kebaikan pada malam 27 Rajab, maka dia akan memperoleh kebaikan selama seratus tahun.”
Riwayat tersebut sering dijadikan dasar pelaksanaan sholat malam 27 Rajab. Namun, sebagaimana dirangkum Headline News, tidak ditemukan dalil dari Al-Qur’an maupun hadits shahih yang secara tegas menjelaskan keutamaan khusus amalan ini.
Hukum Pelaksanaan Sholat Malam 27 Rajab Menurut Ulama
Dalam buku Bid’ah-Bid’ah yang Dianggap Sunnah karya Muhammad Abdus-salam Khadr asy-Syaqiry, al-Majd al-Lughawi berpendapat bahwa sholat pada malam 27 Rajab, sholat pada malam lailatul qadar, serta sholat khusus di bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadan tidak memiliki dasar hadits yang shahih.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Ia menilai bahwa sholat khusus pada malam 27 Rajab tidak disyariatkan berdasarkan ijma para ulama dan termasuk amalan bid’ah.
Di sisi lain, sebagian ulama membolehkan pelaksanaan sholat pada malam 27 Rajab selama diniatkan sebagai sholat sunnah mutlak yang tidak dikhususkan waktunya serta tidak diyakini sebagai sunnah khusus.
Waktu Pelaksanaan Sholat Malam 27 Rajab 2026
Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, 27 Rajab 1447 H jatuh pada hari Jumat, 16 Januari 2026. Dengan demikian, pelaksanaan sholat malam 27 Rajab dapat dimulai sejak Kamis malam, 15 Januari 2026, setelah matahari terbenam atau setelah masuk waktu Maghrib dan Isya.
Sebelum melaksanakan sholat, umat Islam dianjurkan membaca niat sebagai berikut:
اُصَلِّي سُنَّةً رَجَبِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnata rajaban rak’ataini lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Rajab dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Sholat Malam 27 Rajab
Masih mengacu pada Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, umat Islam dianjurkan menghidupkan malam 27 Rajab dengan sholat sunnah sebanyak 12 rakaat. Pelaksanaan sholat dilakukan secara bertahap, setiap dua rakaat diakhiri dengan tasyahud dan salam.
Secara umum, tata cara sholat sama dengan sholat sunnah pada umumnya, meliputi membaca niat, takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah dan surat Al-Qur’an, rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga salam. Setelah menyelesaikan 12 rakaat, dianjurkan membaca sholawat sebanyak 100 kali dan istighfar 100 kali, kemudian ditutup dengan doa kebaikan dunia dan akhirat.
Dzikir Setelah Sholat Malam 27 Rajab
Setelah melaksanakan sholat, sebagian umat melanjutkan dengan dzikir dan doa. Bacaan yang dianjurkan antara lain membaca kalimat thayyibah sebanyak 100 kali:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illa Allah wa Allahu Akbar.
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”
Kemudian membaca istighfar sebanyak 100 kali:
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
Astaghfirullahal ‘adziim.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”
Dilanjutkan membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 100 kali:
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد
Shallallaahu ‘ala Muhammad.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Nabi Muhammad.”
Doa Sholat Malam 27 Rajab
Dalam buku 71 Doa Harian: Disertai Doa-doa Ibadah Lengkap karya Yusuf Chudlori, disebutkan doa malam 27 Rajab sebagai berikut:
اللَّهُمَّ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِيِّينَ وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِينَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ اَنْ تَرْحَمَ قَلْبِي الْحَزِيْنَ وَتُجِيْبَ دَعْوَتِي يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
Allâhumma bi musyahadati asrâril-muhib-bîna wa bil-khalwatil-latî khashshashat bihâ sayyidal-mursalîna hîna asraita bihî lailatas-sâbi‘iwal-‘isyrîna antarhama qalbiyal-hazîna wa tujîba da‘watî yâ akramal-akramîn.
Artinya: “Ya Allah, dengan kesaksian rahasia-rahasia para pecinta, dan dengan khalwat yang Engkau khususkan bagi pemimpin para rasul ketika Engkau Isra’-kan pada malam 27 Rajab, aku memohon agar Engkau mengabulkan doaku, wahai Yang Maha Pemurah.”
Perbedaan pandangan para ulama mengenai sholat malam 27 Rajab menjadi pengingat bagi umat Islam untuk tetap mengedepankan sikap ilmiah, kehati-hatian, dan saling menghormati. Masyarakat diharapkan merujuk pada sumber yang kredibel agar praktik ibadah tetap selaras dengan prinsip akurasi, keseimbangan, dan dapat dipercaya.





















