Headline.co.id, Tangerang ~ Tangerang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang masih melanjutkan proses pendataan dan evakuasi warga yang terdampak banjir di wilayah tersebut. Banjir yang terjadi akibat hujan deras selama dua hari terakhir ini telah memaksa warga di Kecamatan Pakuhaji untuk mengungsi karena rumah mereka terendam air sejak Senin (12/1/26).
Sajali, seorang warga Pakuhaji, menyatakan bahwa area persawahan di daerahnya sudah terendam banjir sejak kemarin. “Hujan dengan intensitas tinggi selama dua hari terus mengguyur wilayah kami,” ujarnya, seperti dilaporkan oleh RRI.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, mengungkapkan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan terhadap titik-titik banjir yang melanda permukiman warga. “Setidaknya ada sekitar 1.000 lebih jiwa dengan 1.014 lebih kepala keluarga (KK) yang terdampak,” jelasnya.
Selain banjir, Ahmad Taufik juga melaporkan adanya kejadian bencana lain seperti pohon tumbang dan rumah roboh di Kecamatan Sukamulya dan Gunung Kaler. Hingga saat ini, enam kecamatan terdampak banjir akibat hujan deras yang terjadi sejak Minggu (11/1/26).
Kepala Pos Pemadam Kebakaran Kosambi, Saipuloh, menyatakan bahwa banjir terparah terjadi di Kecamatan Kosambi, dengan ketinggian air mencapai satu meter yang melanda tiga desa. “Banjir yang terparah ada di Kecamatan Kosambi,” ucapnya.
Akibat dari banjir ini, sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sementara itu, Tim BPBD Kabupaten Tangerang terus melakukan upaya evakuasi dan pendataan terhadap warga yang terdampak banjir.























