Berita, Nasional, Pemerintah,

Kominfo Temukan 242 Hoax Covid 19, Salah Satunya Air Garam dan Cuka Hilangkan Corona

Menteri Kominfo Johnny G. Plate Konferensi Pers Dukungan Sektor Kominfo untuk Penanganan Covid-19 di Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo
Menteri Kominfo Johnny G. Plate Konferensi Pers Dukungan Sektor Kominfo untuk Penanganan Covid-19 di Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo. (AHY)

Headline.co.id (Jakarta) ~ Berdasarkan indentifikasi yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika terdapat 242 konten hoaks dan misinformasi yang berkaitan dengan virus corona di dunia maya.

baca juga: Cegah Penyebaran COVID-19, PT KAI – BPBD Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Kereta dan Lingkungan Stasiun Padang

Dalam keterangan pers, Menteri Kominfo Johnny G Plate menyatakan tindakan menyebarkan isu yang tidak benar saat Indonesia dilanda pandemi virus corona bisa menyebabkan masyarakat panik dan takut.

Sehingga, menurutnya, hal ini dapat merugikan bangsa dan negara. “Dan pelaku juga tidak menjawab panggilan Ibu Pertiwi yang membutuhkan pertolongan,” ungkap Johnny.

Berdasarkan data kementerian per 17 Maret, terdapat 242 hoaks dan misinformasi yang terjaring didapatkan dari media sosial dan platform pesan instan.

baca juga: Jokowi Tegaskan Keputusan Lockdown Ada di Pemerintah Pusat

Johnny menyebutkan salah satu berita bohong menyebutkan “Menteri Nadiem positif virus corona” ditambah dengan narasi menteri kabinet Jokowi yang terkena COVID-19. Pejabat yang dimaksud sebenarnya adalah Menteri Kesehatan Inggris Raya Nadine Dorries, penulisan yang keliru “Nadien” menyebabkan interpretasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim terkena virus corona.

Selain itu juga terdapat berita bohong lainnya yang terjaring Kominfo, adalah berkumur dan minum air hangat campuran cuka dan garam akan menghilangkan virus corona.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan dalam mengatasi informasi hoaks Covid-19 yang beredar di medsos ditindak lanjuti bersama dengan pemilik platform. “Tugas dan fungsi Kominfo sesuai dengan kebijakan yang berlaku tidak bisa melakukan penutupan akun yang terbukti menyebarkan hoaks,” jelasnya.

baca juga: Polda Kepri Ciduk Penyebar Hoaks Virus Corona

Pihaknya, akan memberikan rekomendasi akun-akun mana yang terindikasi melakukan penyebaran hoaks sesuai dengan aduan masyarakat dan patroli di medsos. “Kami memberikan rekomendasi kepada pemilik platform dan pihak penegak hukum, kemudian mereka yang menutup akun tersebut,” kata Dirjen Semuel.

Berkaitan dengan konten hoaks yang menimbulkan keresahan pada publik, maka akan ditindak lanjuti penegak hukum yakni Kepolisian. Bila ada unsur delik pidana yang telah dilanggar oleh pemilik akun yang menyebarkan informasi yang tidak benar tersebut. “Bila sifatnya masif dan menimbulkan keresahan publik maka akan ditindak lanjuti oleh Kepolisian,” tutur Dirjen Aptika.

baca juga: Cegah Penularan Covid 19, UGM Tetapkan Status ‘Awas’

Comments
To Top