Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekonomi nasional dari desa melalui koperasi. Dalam rapat koordinasi terbatas yang berlangsung di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (12/1/2025), ditegaskan bahwa koperasi desa merupakan fondasi baru untuk memperkuat ekonomi rakyat.
Rapat tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dan dihadiri oleh sejumlah menteri strategis. Fokus utama rapat adalah evaluasi pelaksanaan fisik Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, dengan tujuan memastikan koperasi ini benar-benar aktif dan beroperasi di tingkat desa.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, bersama Wakil Menteri Desa dan PDT Ariza Patria, menyampaikan kabar penting terkait dukungan hukum untuk Kopdes Merah Putih. Dukungan ini telah diperkuat melalui Peraturan Menteri Desa Nomor 16 Tahun 2025.
“Kemendes telah mengeluarkan Permendesa Nomor 16 tahun 2025 tanggal 29 Desember kemarin yaitu tentang fokus penggunaan dana desa. Kami sudah mengatur, salah satu fokus penggunaan dana desa untuk koperasi desa merah putih,” ujar Yandri Susanto di hadapan peserta rapat.
Regulasi ini menjadi kunci bagi desa. Dana Desa yang selama ini menjadi tulang punggung pembangunan lokal kini diarahkan untuk mendukung koperasi sebagai motor ekonomi bersama. Dengan demikian, Kopdes Merah Putih tidak lagi berdiri sebagai proyek terpisah, tetapi terintegrasi dalam perencanaan dan musyawarah desa.
“Jadi Pak Menko, sudah kami masukkan sehingga dari sisi legalitas di tingkat desa insyaallah sudah termaktub dalam Permendesa Nomor 16 Tahun 2025. Jadi semua musyawarah desa nanti akan memasukkan dukungan dana desa untuk koperasi desa merah putih,” tambah Yandri.
Di sisi lain, pemerintah pusat bergerak cepat dalam tahap implementasi. Menko Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pembangunan koperasi terus dipercepat di berbagai daerah.
“Kami sedang mendata, yang sudah sekarang terdata 40.000, dalam proses pembangunan 26.000 Kopdes Merah Putih,” ungkap Zulkifli Hasan.
Angka tersebut menunjukkan skala besar dari program Kopdes Merah Putih. Pembangunan fisik gerai koperasi tidak hanya dilakukan oleh satu kementerian, tetapi juga melibatkan Agrinas Pangan yang bekerja sama dengan TNI di daerah, sebagai bagian dari percepatan operasionalisasi.
Bagi pemerintah, koperasi desa diharapkan menjadi ruang tumbuh ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, memperkuat distribusi pangan, dan memangkas rantai pasok yang selama ini merugikan petani dan pelaku usaha desa.
Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koperasi, Menteri Pertanian, Menteri ATR/BPN, Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait. Kehadiran lintas sektor ini menandakan bahwa Kopdes Merah Putih diposisikan sebagai agenda bersama, bukan program sektoral semata.
Dengan Dana Desa sebagai penggerak, regulasi sebagai pijakan, dan pembangunan fisik yang dipercepat, pemerintah berharap koperasi desa benar-benar menjadi simbol kebangkitan ekonomi dari bawah; dari desa, oleh desa, untuk Indonesia.























