Headline.co.id, Bandung ~ Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terdiri dari Annisa Dini Kamila dari Fakultas Ilmu Budaya angkatan 2022 dan Ananda Deriolla dari Fakultas Kedokteran angkatan 2024 berhasil meraih juara umum dalam ajang Nutrifood Leadership Awards. Kompetisi ini berlangsung dari 29 September hingga 2 Oktober 2025 di Jakarta. Tim UGM berhasil mengungguli delegasi dari berbagai universitas ternama lainnya seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Diponegoro (UNDIP).
Nutrifood Leadership Awards merupakan inisiatif dari Nutrifood untuk mengapresiasi mahasiswa Indonesia yang memiliki potensi kepemimpinan. Selama acara, tim UGM meraih gelar the most inspiring group dan the most inspiring contributor. Annisa dan Deril mengungkapkan bahwa persiapan untuk meraih juara ini melalui proses panjang. Mereka bersaing dengan ribuan pendaftar dan berhasil lolos ke tingkat nasional. Seleksi ketat dimulai dari pemberkasan dan esai, di mana 50 peserta terbaik dipilih untuk audisi di Yogyakarta, Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Dari sana, 20 peserta terbaik dari seluruh Indonesia dipilih untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan dan tantangan proyek sosial di Jakarta.
Dalam tahap proyek sosial, peserta dibagi menjadi empat kelompok. Annisa dan Deril terpilih di bidang kesehatan untuk berkolaborasi dengan Rumah Harapan Indonesia bersama tiga peserta lainnya, yaitu Cinta dari Prasmul, Sharon dari IPB, dan Sulton dari UNAIR. Proyek sosial ini mengangkat tema connecting of happiness, yang melibatkan pembuatan Galeri Milestone Museum Sejarah Kesehatan Rumah Harapan Indonesia, Video Profil Rumah Harapan Indonesia, Policy Brief untuk Dinas Kesehatan, Kartu Membership Sahabat Rumah Harapan Indonesia, serta program RHI Rangers mengajar dan pemeriksaan kesehatan.
Annisa dan Deril menghadapi tantangan dalam perbedaan jurusan, kampus, dan angkatan yang menghambat jadwal pertemuan mereka. Mereka sering melakukan pertemuan daring untuk menyusun program kerja dan berkonsultasi dengan mentor. “Dengan jarak kita yang mungkin berbeda, kita sering online meeting untuk menyusun program kerja dan konsultasi ke mentor. Komunikasi sangat penting dan menjadi tantangan tersendiri,” ungkap Deril pada Senin (12/1).
Berbagai program dan mahakarya yang dihasilkan bertujuan untuk menciptakan keberlanjutan dan kontribusi dalam bidang sejarah, kesehatan, dan pendidikan. Annisa menambahkan bahwa kompetisi ini menjadi sarana belajar menjadi calon pemimpin. “Saya belajar terkait tema dari proyek sosial yang kami buat, yaitu connecting of happiness,” jelas Annisa.
Pada acara puncak 2 Oktober 2025, tim UGM yang tergabung dalam tim kesehatan berhasil menjadi pemenang the most inspiring group dan the most inspiring contribution. Annisa dan Deril berpesan untuk terus belajar dan berusaha di mana pun berada. “Tetap terus belajar bagaimanapun itu, karena belajar tidak hanya terbatas pada formal saja, tapi kita bisa belajar di mana saja,” pungkas Deril.



















