Headline.co.id, Kabupaten Agam ~ Sumatera Barat, menjadi fokus perhatian dalam upaya peningkatan akses pendidikan bagi generasi muda. Pada Jumat, 9 Januari 2026, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Sumatera Barat, Irman Gusman, menyalurkan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 462 siswa di wilayah tersebut. Program ini bertujuan untuk mendukung keberlanjutan pendidikan bagi siswa dari berbagai jenjang, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Kabupaten Agam tercatat sebagai penerima terbanyak PIP di Sumatera Barat untuk periode 2025–2026. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam di ruang kerja Sekretaris Daerah Agam. Irman Gusman menyatakan bahwa secara keseluruhan, penerima PIP di Sumatera Barat mencapai sekitar 2.000 siswa, dengan Kabupaten Agam mendapatkan porsi terbesar.
“Untuk Kabupaten Agam, jumlah penerima mencapai 462 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Ini yang terbesar di Sumatera Barat dan diharapkan bisa menjadi penunjang keberlanjutan pendidikan anak-anak kita,” ujar Irman. Ia menambahkan bahwa bantuan PIP merupakan instrumen penting untuk memastikan siswa dari keluarga kurang mampu dapat melanjutkan pendidikan tanpa terhambat persoalan ekonomi. Irman berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para penerima, sehingga mampu mendorong mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Mhd Lutfi, mengapresiasi perhatian dan kepedulian Irman Gusman terhadap dunia pendidikan di daerahnya. Menurutnya, dukungan dari perwakilan daerah di tingkat pusat sangat berarti dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di Agam. “Kita bersyukur Kabupaten Agam memiliki perwakilan daerah yang sangat perhatian terhadap pendidikan di kampung halaman. Bantuan PIP ini sangat bermanfaat bagi siswa penerima dan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk lebih semangat belajar,” ujarnya.
Program Indonesia Pintar diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam upaya pemerintah memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dari akses pendidikan, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia di daerah.




















