Headline.co.id, Wonogiri ~ Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, melepas ribuan peserta dalam acara Jalan Sehat Kerukunan Umat Beragama yang diadakan dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, pada Sabtu (10/1/2026). Acara ini bertujuan untuk memperkuat persaudaraan lintas iman di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama menegaskan bahwa kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan etnis yang bersatu tanpa sekat mencerminkan praktik nyata dari “Keindonesiaan yang sejati”. Ia menekankan bahwa kerukunan bukan hanya sekadar slogan, tetapi merupakan nilai hidup yang harus terus dijaga bersama. “Kehadiran seluruh komponen umat beragama dan berbagai etnis di sini mencerminkan keindahan Indonesia. Indonesia adalah rumah besar yang menaungi keberagaman etnis, agama, dan kepercayaan kita,” ujar Nasaruddin Umar dalam siaran pers yang diterima .
Menteri Agama juga menyoroti bahwa partisipasi lintas iman di Wonogiri menjadi bukti nyata bahwa keberagaman adalah kekuatan strategis bangsa, bukan sumber perpecahan. “Melalui momentum ini, kita tidak hanya merayakan perbedaan, tetapi sesungguhnya sedang merayakan kebersamaan dan keindonesiaan yang sejati,” tegasnya.
Pada acara tersebut, Menteri Agama mengungkapkan bahwa Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) tahun 2025 mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. “Kita patut bersyukur, Indeks Kerukunan Umat Beragama tahun 2025 tercatat sebagai yang terbaik sepanjang sejarah bangsa Indonesia,” ungkapnya. Capaian ini, lanjutnya, merupakan hasil dari sinergi aparatur Kementerian Agama, pemerintah daerah, lintas kementerian/lembaga, serta kedewasaan masyarakat dalam mempraktikkan toleransi dan moderasi beragama.
Menteri Agama mengajak seluruh pihak untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian ini pada tahun 2026 melalui program yang lebih terukur dan berbasis dampak. Menurutnya, penguatan moderasi beragama menjadi bagian integral dari agenda nasional, sejalan dengan Asta Cita pembangunan nasional, khususnya dalam membangun SDM unggul, berkarakter, dan berkeadaban, serta memperkokoh persatuan sebagai prasyarat pembangunan.
Selain fokus pada kerukunan, kegiatan HAB ke-80 Kemenag juga dimanfaatkan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat. Di sela-sela acara, Kemenag menyerahkan bantuan Zakat Produktif untuk pembangunan fasilitas sumur bor air bersih di Kampung Zakat Wonogiri. Bantuan senilai Rp30 juta tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus menunjang keberlanjutan UMKM dan sektor pertanian, terutama dalam optimalisasi irigasi lahan warga.
Langkah ini menegaskan bahwa kebijakan kerukunan tidak berdiri sendiri, melainkan berjalan seiring dengan penguatan kesejahteraan dan keadilan sosial, sebagaimana arah pembangunan nasional. Menutup arahannya, Menteri Agama menyampaikan doa dan harapan agar Wonogiri terus tumbuh sebagai wilayah yang maju, sejahtera, dan religius. “Mari bersama-sama kita wujudkan Wonogiri sebagai kota yang bersih, sejuk, sejahtera, dan yang terpenting, religius,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Wonogiri, Direktur Jenderal Bimas Buddha, Staf Khusus Menteri Agama, serta Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah. Pelepasan peserta jalan sehat ditandai secara simbolis dengan pengibaran bendera start oleh Menteri Agama.





















