Headline.co.id, Manggarai ~ Tim SAR Gabungan Maritim Labuan Bajo terus melakukan pencarian korban hilang akibat tenggelamnya KM Putri Sakinah. Memasuki hari ke-14, pencarian di perairan Taman Nasional Komodo belum membuahkan hasil pada Kamis (8/1/2026). Pencarian dimulai pukul 06.00 Wita, meliputi perairan Pulau Serai, Pulau Padar, dan Pulau Komodo, di berbagai sisi. Operasi ini dipimpin oleh KBO Sat Polairud Polres Manggarai Barat Ipda Hendro Manurung bersama Kepala Koordinator Kantor SAR Labuan Bajo.
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. menyatakan bahwa pencarian melibatkan berbagai instansi maritim sebagai bentuk komitmen negara dalam upaya kemanusiaan. “Tim SAR gabungan yang terdiri dari Polri, Basarnas, TNI AL, KPLP, Syahbandar, hingga unsur navigasi dan kesehatan terus melakukan penyisiran di permukaan laut sesuai rencana operasi. Namun hingga hari ke-14, hasil pencarian masih nihil,” ujar Kabidhumas.
Lebih dari 90 personel dari berbagai unsur terlibat dalam operasi SAR hari ke-14, termasuk Ditpolairud Polda NTT, Sat Polairud Polres Mabar, Basarnas Labuan Bajo dan Maumere, Lanal Labuan Bajo, Gakkum, KPLP Dirjen Hubla, serta unsur pendukung lainnya. Beberapa alat utama juga dikerahkan, seperti RIB Basarnas, RIB Ditpolairud Polda NTT, RIB KP Ibis Baharkam Mabes Polri, RIB Lanal Labuan Bajo, kapal KN SAR Punta Dewa, serta KN Grantin KPLP.
“Penyisiran dilakukan sejak pagi hingga sore hari dengan membagi sektor pencarian, termasuk di lokasi penemuan korban terakhir dan titik ditemukannya bangkai kapal,” jelas Kabidhumas. Cuaca menjadi kendala utama dalam pencarian hari ke-14, dengan hujan yang mempengaruhi jarak pandang dan efektivitas penyisiran. “Meski terkendala cuaca, seluruh personel tetap bekerja maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan,” tambahnya.
Korban yang masih dalam pencarian adalah seorang anak laki-laki berusia 10 tahun, warga negara asing asal Spanyol, yang dilaporkan hilang sejak insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah. Kabidhumas memastikan bahwa operasi SAR akan dilanjutkan pada hari ke-15, Jumat (9/1/2026), mulai pukul 06.00 Wita, dengan memperkuat upaya pencarian menggunakan peralatan SAR bawah laut milik Ditpolairud Polda NTT.
“Pada pencarian lanjutan, tim akan dibantu teknologi bawah laut seperti ROV, sonar system, DPV, seabob, dive thruster, dan binocular, guna memperluas kemungkinan pencarian di bawah permukaan laut,” ungkapnya. Polda NTT bersama seluruh unsur SAR gabungan menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pencarian secara maksimal, seraya berharap cuaca mendukung agar proses pencarian dapat berjalan lebih optimal.

















