Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Drs. H.M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D., bergerak cepat dalam menangani persoalan pascabencana di Sumatera. Setelah ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Mendagri langsung memetakan situasi di lapangan. “Intinya adalah kita membaca atau memetakan situasi saat ini, setelah tanggap darurat beberapa daerah ada yang sudah selesai, ada juga yang masih melanjutkan tanggap darurat untuk 15 hari ke depan,” ujar Mendagri, seperti dilansir dari Antaranews, Jumat (9/1/26).
Pertemuan penting diadakan di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang melibatkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Ketua Satgas, Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon. Dalam pertemuan ini, Mendagri menyampaikan bahwa terdapat 52 kabupaten/kota di tiga provinsi yang terdampak bencana. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan pihak terkait telah melakukan mobilisasi besar-besaran untuk penanganan tanggap darurat, termasuk membuka akses jalan, membangun jembatan, menyediakan layanan kesehatan, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
Berdasarkan hasil konsolidasi dan pemantauan lapangan, Mendagri menyatakan bahwa sebagian besar dari 52 kabupaten/kota terdampak telah menunjukkan kemajuan signifikan. Pemulihan ditandai dengan berfungsinya roda pemerintahan daerah, pulihnya konektivitas jalan utama, kembalinya layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan, serta mulai bergeraknya aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, masih ada beberapa daerah yang memerlukan perhatian khusus agar dapat segera pulih. Di Provinsi Aceh, dari 18 kabupaten/kota terdampak, 11 daerah telah berangsur normal, sementara tujuh lainnya masih menjadi fokus penanganan lanjutan.
Kondisi serupa juga terjadi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Meskipun mayoritas daerah terdampak telah memasuki fase pemulihan, beberapa wilayah tertentu di kedua provinsi tersebut tetap mendapat perhatian khusus sesuai tingkat dampak bencana. Drs. H.M. Tito Karnavian menambahkan bahwa pemerintah terus memastikan pemulihan infrastruktur dasar, khususnya jaringan jalan nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota. Hampir seluruh ruas jalan nasional di tiga provinsi tersebut telah kembali terhubung, sementara perbaikan jalan non-nasional terus dikerjakan secara bertahap oleh Kementerian PU bersama TNI, Polri, dan Pemda.
Mendagri juga memaparkan progres pendataan rumah rusak akibat bencana. Pemerintah terus berupaya mempercepat pendataan sekaligus melakukan validasi agar bantuan kepada masyarakat terdampak segera tersalurkan. Ia berharap percepatan penyaluran bantuan ini dapat mengurangi jumlah pengungsi yang masih tinggal di tenda-tenda. Untuk mempercepat pemulihan di tingkat lapangan, Mendagri mengusulkan penambahan personel TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta mahasiswa sekolah kedinasan untuk membantu pembersihan lingkungan, kantor pemerintahan, dan fasilitas umum.
Selain itu, pihaknya akan membentuk dua posko utama pemulihan bencana, yakni di Jakarta dan Banda Aceh, yang berfungsi sebagai pusat koordinasi, pengendalian, dan informasi. “Posko ini akan diawaki 24 jam oleh tim yang kita bentuk untuk menampung informasi-informasi dari kementerian/lembaga maupun dari daerah-daerah,” tutupnya.





















