Headline.co.id, Bangunan ~ Penajam Paser Utara — Kementerian Agama (Kemenag) memastikan bahwa Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) siap digunakan menjelang Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, setelah melakukan peninjauan lapangan dan rapat koordinasi dengan Otorita IKN (OIKN) di lokasi masjid tersebut.
Abu Rokhmad menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan masjid secara menyeluruh setelah penyedia jasa menyatakan bahwa proses pembangunan fisik telah selesai. Peninjauan meliputi area utama masjid, selasar, ruang pertemuan, tempat wudu, toilet, ruang imam, podium khotbah, serta kelengkapan sarana pendukung lainnya.
“Selain pengecekan fisik, kami juga menginventarisasi beberapa kebutuhan yang masih perlu disempurnakan agar masjid dapat difungsikan secara optimal, terutama untuk mendukung aktivitas ibadah dan layanan keagamaan selama Ramadan,” ujar Abu Rokhmad dalam siaran pers yang diterima , Kamis (8/1/2026).
Ia menegaskan bahwa Masjid Negara IKN tidak hanya disiapkan sebagai bangunan ibadah, tetapi juga sebagai representasi wajah Islam Indonesia yang ramah, moderat, dan inklusif. Oleh karena itu, pengelolaannya harus didukung oleh sistem idarah, takmir, dan riayah yang profesional serta berintegritas.
Menurutnya, tata kelola masjid menjadi faktor kunci agar Masjid Negara IKN mampu menjalankan fungsi strategis sebagai pusat ibadah, pelayanan keagamaan, sekaligus rujukan nasional dalam pengelolaan masjid negara. Abu Rokhmad juga menekankan pentingnya penerapan konsep ekoteologi dalam pengelolaan Masjid Negara IKN. Masjid ini diharapkan menjadi simbol harmoni nilai keagamaan dan kepedulian lingkungan, sejalan dengan visi pembangunan IKN sebagai kota berkelanjutan.
“Masjid Negara IKN harus menjadi rujukan nasional, bukan hanya dari sisi arsitektur, tetapi juga dari tata kelola, layanan keagamaan, dan kontribusinya dalam membangun peradaban,” tegasnya.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menambahkan bahwa Kemenag tengah menyiapkan sejumlah usulan nama Masjid Negara IKN yang akan diajukan kepada Menteri Agama untuk mendapatkan persetujuan. Penamaan tersebut diharapkan mencerminkan nilai kebangsaan, keislaman, serta visi IKN sebagai kota masa depan.
Arsad menjelaskan bahwa kesiapan masjid juga ditinjau dari aspek kesesuaian ornamen, kaligrafi, serta ketepatan arah kiblat. Seluruh elemen tersebut menjadi perhatian agar pelaksanaan ibadah berlangsung khusyuk dan sesuai dengan kaidah syariah.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas pihak, termasuk OIKN, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi keagamaan, dalam mendukung pengoperasian Masjid Negara IKN. Kolaborasi tersebut dinilai krusial untuk memastikan masjid berfungsi optimal sebagai pusat ibadah, edukasi, dan penguatan kehidupan keagamaan masyarakat di kawasan IKN.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Kemasjidan Kemenag, Nurul Badruttamam, menyampaikan bahwa pihaknya melakukan pengecekan detail terhadap kesiapan sarana dan prasarana masjid, termasuk area wudu, toilet, sirkulasi jamaah, serta aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Nurul juga mengungkapkan bahwa Kemenag tengah merancang konsep perpustakaan masjid yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan sebagai bagian dari penguatan fungsi edukatif Masjid Negara IKN. Perpustakaan ini diharapkan menjadi pusat literasi keislaman yang terbuka dan representatif.
“Seluruh persiapan ini dilakukan agar Masjid Negara IKN dapat segera dioperasikan secara bertahap, khususnya untuk menyambut Ramadan 2026, dan memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.




















