Headline.co.id, Pemerintah Kabupaten Buleleng ~ Bali, berupaya mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat, terutama kelompok rentan. Komitmen ini ditegaskan dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) MBG yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng pada Kamis, 8 Januari 2026. Rapat tersebut dipimpin oleh Asisten I Setda Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, yang menekankan pentingnya percepatan pembentukan dan pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dari target 60 SPPG di Kabupaten Buleleng, saat ini baru 23 unit yang aktif beroperasi.
“MBG adalah program strategis nasional. Karena itu, percepatan harus menjadi fokus bersama agar dampaknya segera dirasakan oleh masyarakat, khususnya kelompok rentan,” ujar Ariadi Pribadi. Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Buleleng memberikan dukungan menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG, mulai dari penyediaan lahan, sarana dan prasarana, hingga penguatan koordinasi lintas sektor agar program berjalan berkelanjutan.
Selain percepatan, aspek mutu dan keamanan pangan juga menjadi perhatian utama. Seluruh perangkat daerah terkait diminta memperketat pengawasan bahan pangan yang masuk ke dapur MBG, sekaligus mengatur pola pemasok agar pelaksanaan program tidak memicu kenaikan harga bahan pangan di pasaran. Program MBG di Buleleng juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi nyata. Pelibatan pelaku usaha dan pemasok lokal diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan pangan lokal.
Pendataan penerima manfaat menjadi fokus penting, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pendataan yang akurat dan merata dinilai krusial agar tidak ada kelompok prioritas yang terlewat dari program ini. Sementara itu, Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Buleleng, Rusdianto, menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG di Buleleng telah dimulai sejak Mei 2025. Ia menegaskan bahwa sinergi seluruh perangkat daerah menjadi kunci keberhasilan program. “Peran aktif seluruh dinas sangat menentukan kelancaran dan ketepatan sasaran MBG,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas layanan SPPG terus dilakukan melalui pembenahan fasilitas dapur, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengecekan mutu dan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Paket MBG juga dievaluasi secara berkala agar kandungan gizi tetap sesuai kebutuhan sasaran. Untuk menjamin pemerataan layanan, pembangunan SPPG di wilayah terpencil terus didorong agar seluruh masyarakat Buleleng dapat menikmati manfaat program ini.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, unsur Forkopimda, serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng yang tergabung dalam Satgas MBG sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Dengan sinergi lintas sektor yang kuat, Pemkab Buleleng optimistis Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan semakin cepat, berkualitas, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat dan penguatan ekonomi daerah.






















