Headline.co.id, Gresik ~ Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan komitmennya untuk mendukung swasembada pangan nasional melalui penerapan teknologi, industrialisasi pertanian, dan sinergi lintas sektor hingga tingkat desa. Langkah ini dianggap penting untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, dan kesejahteraan petani di tengah tantangan keterbatasan sumber daya.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Arief, saat menghadiri acara Tasyakuran Swasembada Pangan di Desa Prupuh, Kecamatan Panceng, pada Rabu (7/1/2026). Acara ini digelar secara nasional melalui konferensi daring yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan diikuti oleh seluruh provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia.
Sekda menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan prioritas nasional yang memerlukan kolaborasi kuat dari pemerintah pusat hingga desa. Menurutnya, pertanian modern yang berbasis alat, teknologi, dan sistem irigasi berkelanjutan adalah kunci untuk meningkatkan intensitas tanam dan nilai tambah sektor pertanian. “Pengalaman sejumlah negara menunjukkan bahwa industrialisasi pertanian mampu memperkuat ketahanan pangan. Di Gresik, pertanian tidak bisa lagi hanya mengandalkan tenaga manual, tetapi harus didukung oleh teknologi, mekanisasi, dan pengelolaan air yang efisien,” ujarnya.
Ia mencontohkan penerapan irigasi perpipaan di wilayah Bawean yang memanfaatkan Danau Kastoba dan sumber mata air, sehingga mampu meningkatkan pola tanam dari satu kali panen menjadi dua hingga tiga kali panen per tahun. Konsep serupa kini mulai diterapkan di wilayah Gresik utara melalui irigasi perpipaan berbasis pompa, dengan sistem tandon dan pipa PE yang berumur panjang untuk mengatasi keterbatasan air.
Dari sisi komoditas, jagung dinilai menjadi unggulan di Kecamatan Panceng. Potensi ini, lanjut Sekda, dapat dikembangkan lebih lanjut melalui kolaborasi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) guna mendorong agribisnis berbasis desa. “Sinergi pusat hingga desa harus terus diperkuat agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Kepala Desa Prupuh, Musholin, menegaskan bahwa lahan kelompok tani hutan yang dikelola masyarakat sangat potensial untuk pengembangan jagung sekaligus mendukung sektor peternakan. Saat ini, Desa Prupuh memiliki lima SK pengelolaan usaha Kelompok Tani Hutan yang mencakup komoditas jagung, peternakan, dan tanaman pangan lainnya. Ke depan, KDMP juga diarahkan untuk mengembangkan peternakan sapi sebagai penguat ekonomi desa.
Penguatan swasembada pangan di Gresik turut didukung oleh kebijakan konkret pemerintah pusat melalui APBN, lain penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa enam unit combine harvester, 27 unit traktor roda empat, 11 unit traktor roda dua, rice transplanter, drone pertanian, hingga paket irigasi perpompaan. Selain itu, bantuan benih sebanyak 152.525 kilogram dialokasikan untuk lahan seluas 6.101 hektare di 14 kecamatan dan 86 desa, yang menjangkau 14.644 petani.
Dari sisi kinerja produksi, luas tanam pertanian di Kabupaten Gresik meningkat dari 76.568,40 hektare pada 2024 menjadi 80.540,80 hektare pada 2025. Luas panen juga naik signifikan dari 67.083,40 hektare menjadi 76.565,40 hektare, diikuti peningkatan produktivitas dari 6,26 ton menjadi 6,28 ton per hektare. Dengan capaian tersebut, total produksi gabah Gresik mencapai sekitar 419.961 ton atau setara 281.508 ton beras.
Keberpihakan kepada petani juga diperkuat melalui penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi hingga sekitar 20 persen, serta penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram untuk gabah dan Rp5.500 per kilogram untuk jagung. Seluruh upaya ini didukung oleh peran aktif 57 penyuluh pertanian yang mendampingi petani sebagai bagian dari implementasi Asta Cita Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Dengan strategi terintegrasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Gresik optimistis bahwa sektor pertanian dapat terus tumbuh berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan berkontribusi nyata terhadap swasembada pangan nasional.





















