Headline.co.id, Blangkejeren ~ Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, melakukan kunjungan ke Kabupaten Gayo Lues untuk memastikan penanganan bencana berjalan dengan baik. Kunjungan ini dilakukan setelah banjir dan tanah longsor kembali terjadi di beberapa wilayah akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir, tepatnya pada Sabtu (3/1/2026).
Kedatangan Suharyanto disambut oleh Bupati Gayo Lues, Suhaidi, bersama Dandim 0113/Gayo Lues, Danyon 855/RD, serta jajaran kepala satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK). Setelah mendapatkan paparan mengenai kondisi terkini di Bandara Blangkejeren, rombongan melanjutkan peninjauan ke lokasi pengungsian di Balai Latihan Kerja (BLK) dan Kecamatan Putri Betung untuk melihat kondisi akses jalan yang terdampak.
Dalam dialog dengan pengungsi dari Kampung Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Suharyanto menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai skema hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing keluarga terdampak. “Huntara bersifat sementara dan dapat dibangun terpusat di satu lokasi atau disesuaikan dengan kebutuhan Bapak dan Ibu sekalian,” ujar Suharyanto.
Ia menambahkan bahwa bagi warga yang masih memiliki pondasi rumah, hunian sementara dapat dibangun di lokasi tersebut. Sementara itu, warga yang memilih tinggal bersama keluarga atau kerabat tetap mendapatkan dukungan melalui skema rumah tunggu hunian, yang telah mulai dicairkan sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan.
Untuk hunian tetap, pemerintah menyediakan beberapa opsi. Warga yang menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah akan difasilitasi lahan oleh pemerintah daerah, sementara pembangunan rumah dilakukan oleh pemerintah pusat. Bagi warga yang ingin membangun di lahan milik sendiri atau dekat dengan keluarga, pemerintah tetap memberikan fasilitasi pembangunan sesuai lokasi yang ditentukan.
Suharyanto menegaskan bahwa seluruh warga terdampak akan dilayani secara adil. Hunian tetap yang dibangun secara terpusat akan dikerjakan oleh Kementerian Perumahan, sedangkan hunian tetap yang tersebar akan dibangun oleh BNPB. Selain hunian, pemerintah juga menyalurkan bantuan perabotan rumah tangga senilai Rp3 juta per keluarga untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti kasur, kursi, dan peralatan dapur. Bagi keluarga yang telah menempati hunian tetap, Kementerian Sosial turut memberikan bantuan biaya hidup awal sebesar Rp5 juta per kepala keluarga.
Lebih lanjut, Suharyanto menyampaikan bahwa pendataan kerugian di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan masih berlangsung, seiring dengan status penanganan bencana yang masih dalam masa tanggap darurat. “Keselamatan dan kepentingan masyarakat menjadi prioritas utama, termasuk keberlanjutan pendidikan anak-anak. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga telah menyiapkan data perbaikan sekolah terdampak, serta sekolah darurat sebagai solusi sementara,” tutupnya.
Sementara itu, Bupati Gayo Lues, Suhaidi, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar. Ia memastikan bahwa setiap permasalahan yang dihadapi masyarakat terdampak memiliki solusi dan sedang diproses secara bertahap oleh pemerintah. “Apabila terdapat kendala di lapangan, silakan disampaikan melalui kepala desa agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah,” ujarnya.




















