Headline.co.id, Sumenep ~ Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menyelenggarakan Grand Final Anugerah Penyuluh Agama 2026 pada Selasa (6/1/2026). Acara ini bertujuan untuk memberikan apresiasi dan refleksi terhadap peran penting penyuluh agama dalam menjaga kerukunan serta memperkuat moderasi beragama di masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep ini dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag setempat, Abdul Wasid. Dalam sambutannya, Abdul Wasid menegaskan bahwa penyuluh agama adalah garda terdepan Kementerian Agama dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan pelayanan keagamaan yang inklusif dan berkelanjutan. “Anugerah Penyuluh Agama ini bukan sekadar ajang seremonial, tetapi bentuk penghargaan atas dedikasi, inovasi, dan komitmen penyuluh agama dalam membangun kehidupan beragama yang rukun dan moderat,” ujar Wasid kepada Media Center Diskominfo Kabupaten Sumenep.
Wasid menjelaskan bahwa Grand Final Anugerah Penyuluh Agama 2026 merupakan puncak dari rangkaian seleksi berjenjang yang telah dilaksanakan sebelumnya. Seleksi ini menghadirkan para penyuluh terbaik dari berbagai kategori, dengan penilaian yang mencakup kinerja, kreativitas program, serta dampak nyata kegiatan penyuluhan di masyarakat.
Menurut Wasid, kontribusi penyuluh agama sangat strategis dalam menjawab tantangan sosial keagamaan yang semakin kompleks. Melalui pendekatan persuasif dan edukatif, penyuluh berperan dalam menjaga harmoni sosial, menangkal paham intoleran, serta memperkuat nilai kebangsaan. “Selain sebagai apresiasi, kegiatan ini juga menjadi sarana motivasi agar para penyuluh agama terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan pelayanan publik Kementerian Agama,” imbuhnya.
Momentum HAB ke-80 Kementerian Agama RI diharapkan dapat semakin memperkokoh semangat pengabdian seluruh insan Kemenag, khususnya di Kabupaten Sumenep, dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang adaptif, humanis, dan berdampak langsung bagi masyarakat.



















