Headline.co.id, Kota Gorontalo ~ Aktivitas penerbangan di Provinsi Gorontalo mengalami peningkatan pada November 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo melaporkan bahwa jumlah penerbangan yang berangkat dari Bandara Djalaluddin Gorontalo dan Bandara Panua Pohuwato mencapai 145 penerbangan. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 9,02 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Oktober 2025, yang mencatat 133 penerbangan.
Selain penerbangan yang berangkat, jumlah penerbangan yang datang di kedua bandara tersebut juga meningkat. Pada November 2025, tercatat 146 penerbangan datang, naik 10,61 persen dari bulan Oktober yang hanya 132 penerbangan. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, mengumumkan data tersebut pada Senin (5/1/2026).
Dwi Alwi juga menyatakan bahwa peningkatan signifikan terjadi pada jumlah penumpang. Penumpang yang berangkat melalui bandara di Provinsi Gorontalo pada November 2025 naik 15,53 persen, dari 13.254 orang di bulan Oktober menjadi 15.312 orang. Sementara itu, jumlah penumpang yang datang meningkat 12,15 persen, dari 13.417 orang menjadi 15.047 orang pada periode yang sama. Dwi Alwi menegaskan bahwa data tersebut tidak mencakup penumpang transit.
Namun, jika dilihat secara kumulatif dari Januari hingga November 2025, terdapat penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Jumlah pesawat berangkat dan datang mengalami penurunan masing-masing sebesar 15,58 persen dan 15,99 persen. Tren serupa terjadi pada pergerakan penumpang, di mana penumpang berangkat turun 15,58 persen dan penumpang datang turun 15,99 persen secara kumulatif.
Di sektor logistik udara, data bagasi dan kargo menunjukkan dinamika yang beragam. Bagasi yang dimuat pada November 2025 melonjak 19,86 persen menjadi 125.890 kg dari sebelumnya 105.035 kg di Oktober. Bagasi yang dibongkar juga naik 10,75 persen menjadi 143.174 kg dari 129.272 kg. Di sisi lain, kargo yang dimuat justru turun 6,28 persen pada November menjadi 104.932 kg dari 111.964 kg. Sebaliknya, kargo yang dibongkar mengalami peningkatan sebesar 5,00 persen, dari 372.215 kg menjadi 390.833 kg.
Untuk periode kumulatif Januari-November 2025, bagasi yang dimuat turun 15,46 persen dan bagasi dibongkar turun 19,07 persen dibandingkan tahun 2024. Sementara untuk kargo, yang dimuat naik 9,83 persen, tetapi yang dibongkar justru turun 8,66 persen. (mcgorontaloprov)





















