Headline.co.id, Jakarta ~ Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Barat (Sumbar) terus melakukan identifikasi terhadap jenazah korban banjir bandang dan galodo yang melanda wilayah tersebut. Penemuan jasad seorang anak perempuan di Malalak Timur, Kabupaten Agam, menambah duka bagi keluarga korban. Anak tersebut, bernama Agila (7), ditemukan pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di area Ampangan Toboh Tangah, Malalak Timur, ketika alat berat sedang membersihkan material.
Agila sebelumnya dilaporkan hilang sejak bencana melanda Toboh Malalak Timur. Berdasarkan pakaian yang dikenakan, yaitu baju abu-abu dan celana cokelat, keluarga meyakini bahwa jenazah tersebut adalah cucu dari Muzahar (58), warga Toboh Nagari Malalak Timur, Kabupaten Agam. “Penemuan ini menunjukkan bahwa upaya pencarian masih menghadapkan aparat pada tugas berat,” ujar Plt Kabid Dokkes Polda Sumbar, AKBP dr Faizal, dilansir dari laman sumbardaily, Minggu (4/1/2026).
Dalam laporan kegiatan DVI Polda Sumbar per Minggu pagi pukul 08.00 WIB, total korban meninggal mencapai 253 orang. Masih ada 19 korban yang belum dikenal, terdiri dari 11 laki-laki dan empat perempuan, serta tambahan potongan tubuh seperti paha, tungkai bawah, dan dua potongan kaki kanan. Selain itu, masih ada 12 korban yang belum teridentifikasi, terdiri dari tiga laki-laki, delapan perempuan, serta satu potongan pergelangan kaki kiri ke bawah.
“Identifikasi tidak hanya soal angka, melainkan juga tentang pemulihan martabat manusia dan kejelasan nasib para korban,” tambah AKBP dr Faizal. Tim medis forensik memastikan bahwa semua proses berjalan sesuai prosedur. Penanganan jenazah, pendataan keluarga, hingga proses serah terima dilakukan secara berjenjang agar tidak ada informasi yang terlewat. Dalam situasi darurat ini, koordinasi kepolisian, tenaga medis, BPBD, Basarnas, dan berbagai pihak lain menjadi kunci,” tutupnya.





















