Headline.co.id, Batang ~ Pada awal tahun 2026, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Batang memulai tahun dengan melakukan pengecekan kendaraan dinas. Kegiatan ini berlangsung di halaman kantor DKP Batang, di mana deretan mobil dan motor dinas berjejer rapi untuk menjalani pemeriksaan. Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan armada sebelum digunakan dalam kegiatan lapangan sepanjang tahun.
Plt Kepala DKP Batang, Agung Wisnu Barata, memimpin langsung apel kendaraan operasional tersebut. “Iya, jadi hari ini, kami dari Dinas Kelautan dan Perikanan Batang mengadakan apel kendaraan operasional untuk kantor,” ujarnya saat ditemui di lokasi pada Jumat, 2 Januari 2026.
Agung Wisnu menekankan pentingnya pengecekan ini agar program kerja yang menyasar masyarakat pesisir tidak terhambat oleh kendala teknis. Ia mengibaratkan armada dinas seperti kondisi fisik manusia yang harus dipantau kelayakannya. “Kita awali di 2026 ini untuk persiapan untuk kegiatan berikutnya, bulan-bulan berikutnya. Kalau orang itu berbicara kesehatan, kalau kendaraan apakah ini rusak atau tidak,” jelasnya.
Namun, hasil dari pengecekan tersebut menunjukkan kondisi yang cukup memprihatinkan. Dari total lima unit mobil dan 44 unit sepeda motor, hanya 40 persen yang dalam kondisi prima. Agung secara terbuka merinci bahwa 30 persen kendaraan mengalami kerusakan ringan dan 30 persen lainnya mengalami kerusakan berat.
Kendaraan operasional DKP, terutama milik para penyuluh, memiliki jam terbang tinggi di medan yang ekstrem. “Bukan tanpa alasan armada tersebut mengalami kerusakan. Artinya bahwa mayoritas kendaraan yang rusak berat adalah produk lama yang dipaksa bekerja keras di lapangan,” terangnya.
Sekretaris DKP Batang, Hermanto, menambahkan bahwa faktor alam menjadi tantangan utama bagi ketahanan kendaraan mereka. Lokasi kegiatan yang berfokus di wilayah pesisir membuat kendaraan rentan terhadap proses pengeroposan. “Iya, tantangannya lokasi kegiatan kita banyak di wilayah pesisir. Yaitu pasti ada rob, ada arus, ini mengakibatkan kendaraan itu cepat keropos, cepat rusak. Tak hanya air laut, medan pelosok untuk menjangkau pembudidaya ikan juga menjadi ujian berat bagi mesin dan bodi kendaraan,” ungkapnya.
Meskipun kondisi armada jauh dari ideal dan terbentur kebijakan efisiensi anggaran, pihak DKP tetap memberikan apresiasi kepada para pegawai yang masih telaten merawat kendaraan dinas mereka. “Kami juga terima kasih ini kepada teman-teman, perawatan kendaraan termasuk bagus sih sebenarnya. Karena kita adanya efisiensi akhirnya sangat terbatas sekali,” ujar dia.
Fokus utama DKP Batang saat ini adalah melakukan perbaikan secara bertahap agar layanan kepada nelayan dan pembudidaya tetap optimal. Hermanto pun tetap optimis armada yang rusak berat tersebut bisa segera diperbaiki kembali. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)


















