Headline.co.id, Gorontalo ~ Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo mengungkapkan sejumlah pencapaian program kerja selama tahun 2025. Keberhasilan ini dipaparkan dalam sebuah taklimat media yang diadakan pada Senin, 29 Desember 2025. Fokus utama dari ekspos tersebut adalah pengembangan, pembinaan, pelindungan, dan penginternasionalan bahasa serta sastra di wilayah Gorontalo. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, Arie Andrasyah Isa, menyatakan bahwa tujuan dari ekspos ini adalah untuk menyampaikan capaian tersebut kepada masyarakat luas.
Empat kegiatan utama yang menjadi sorotan adalah Diseminasi Bulan Bahasa dengan tema yang belum disebutkan, Pembinaan dan Pemilihan Duta Bahasa sebagai agenda tahunan, Bengkel Sastra Musikalisasi Puisi dengan narasumber nasional Reda Gaudiamo, serta Festival Musikalisasi Puisi yang diikuti oleh 17 tim dari berbagai satuan pendidikan. Koordinator Tata Usaha, Zuhriati A. Tahaku, juga memaparkan capaian lain secara rinci.
Dalam bidang pembinaan, sebanyak 275 penutur bahasa mengalami peningkatan kemahiran. Dari jumlah tersebut, 220 orang adalah pendidik dari berbagai jenjang, sementara 55 lainnya adalah tenaga profesional seperti penyiar, jurnalis, dan penulis. Peningkatan ini diukur melalui tes awal, tes akhir, dan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). UKBI Adaptif Merdeka telah diikuti oleh 1.297 penutur dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, mahasiswa, duta bahasa, dan masyarakat umum. Program ini juga menjadi salah satu sumber Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bagi non-pelajar.
Di bidang literasi, Kantor Bahasa berhasil membina 600 generasi muda melalui berbagai kegiatan. Kegiatan tersebut meliputi bimbingan teknis cerdas mengulas buku untuk 200 siswa SD, peningkatan kompetensi membaca kritis dan analitis bagi 200 siswa SMA/SMK, serta pelatihan membaca cepat untuk 200 siswa SMP. Upaya pelestarian dan pemerkayaan bahasa juga menunjukkan hasil nyata dengan penyusunan tiga produk kodifikasi, yaitu senarai 524 kosakata bahasa Gorontalo yang diusulkan masuk KBBI VI, Kamus Bergambar Gorontalo-Indonesia, dan Kamus Gorontalo-Indonesia bagi Pelajar. Selain itu, 64 produk cerita anak dwibahasa telah diterjemahkan untuk mendukung literasi.
Pelestarian bahasa daerah diwujudkan melalui Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat provinsi, yang diikuti oleh 112 peserta dengan empat cabang lomba berbahasa Gorontalo. Program pelindungan bahasa daerah juga memfasilitasi 223 penutur melalui bimbingan teknis revitalisasi Bahasa Gorontalo (200 pengajar) dan Bahasa Suwawa (23 pengajar). Kantor Bahasa juga aktif dalam pemetaan kebinekaan bahasa dan sastra di lima titik pengamatan, menghasilkan 1.191 kosakata dasar dan budaya. Dalam hal layanan, 51 lembaga (pendidikan, pemerintah, dan swasta) telah difasilitasi terkait pengutamaan bahasa negara di ruang publik dan dokumen.
Dukungan terhadap komunitas dan penginternasionalan bahasa juga menjadi perhatian. Sebanyak 50 komunitas penggerak literasi dibina, dan bimbingan teknis pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) diadakan untuk 15 peserta dari lembaga terkait.
Di balik berbagai capaian program tersebut, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo meraih penilaian akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dengan predikat A dan nilai 88,5. Nilai Kinerja Anggaran juga mendapat predikat sangat baik dengan skor 91,44 per November 2025. Sejumlah inovasi turut mendukung keberhasilan ini, seperti layanan jemput bola (Jempol) untuk audiensi langsung ke lembaga, penguatan kolaborasi melalui perjanjian kerja sama, pengembangan layanan ramah disabilitas rungu, serta penyebarluasan informasi layanan yang lebih terbuka dan mutakhir.






















