Headline.co.id (Jakarta) ~ PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kenaikan jumlah pelanggan Kereta Api Public Service Obligation (PSO) sepanjang Januari–Agustus 2025. Sebanyak 11,77 juta orang memanfaatkan layanan kereta bersubsidi ini, meningkat 7,54 persen dibanding periode sama tahun 2024. Lonjakan penumpang tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik yang terjangkau, aman, dan tepat waktu.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa pertumbuhan pengguna KA PSO mencerminkan peran nyata program subsidi pemerintah dalam mendukung mobilitas masyarakat. “Peningkatan pelanggan ini menandakan manfaat layanan PSO semakin dirasakan,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Senin (15/9/2025).
Dari total penumpang, KA Jarak Jauh PSO melayani 7,6 juta orang, sementara KA Lokal PSO yang banyak digunakan untuk kebutuhan harian mencapai 4,17 juta orang. KAI menilai tren ini memperlihatkan semakin eratnya kereta lokal dengan aktivitas masyarakat, baik untuk bekerja, bersekolah, hingga kegiatan ekonomi sehari-hari.
Anne menegaskan, keberadaan KA PSO bukan sekadar transportasi, melainkan jalur kehidupan yang membuka akses ke pendidikan, kesehatan, hingga kesempatan ekonomi. Hal ini sejalan dengan semangat Hari Perhubungan Nasional 2025 bertema Bakti Transportasi untuk Negeri.
Secara keseluruhan, KAI mencatat 37,15 juta penumpang pada periode Januari–Agustus 2025, mencakup layanan PSO maupun non-PSO. Angka tersebut menegaskan posisi strategis kereta api sebagai moda transportasi massal yang terjangkau sekaligus ramah lingkungan.
Selain menyediakan akses transportasi murah, KA PSO juga berdampak luas pada aspek sosial-ekonomi. Subsidi tiket dari pemerintah memungkinkan masyarakat berpenghasilan rendah tetap beraktivitas tanpa terbebani biaya tinggi. Di sisi lain, penggunaan kereta api membantu mengurangi kepadatan jalan raya serta menekan emisi karbon.
“Kemenhub dan KAI menghadirkan kesempatan yang sama bagi semua orang untuk bergerak, terhubung, dan berkembang. Itulah makna bakti kami untuk negeri ini,” tutur Anne.
Ke depan, KAI berkomitmen memperkuat layanan PSO melalui digitalisasi, peningkatan fasilitas, dan kerja sama dengan pemerintah serta pemangku kepentingan. Transformasi ini diharapkan menjadikan kereta api semakin bermanfaat bagi pembangunan Indonesia.





















