Xpeng Pertimbangkan Bangun Pabrik di Eropa untuk Atasi Tarif Impor
Headline.co.id, Jakarta – Pabrikan mobil listrik asal Tiongkok, Xpeng, dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk membangun pabrik produksi di Eropa. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengurangi dampak kebijakan Uni Eropa (UE) yang mengenakan tarif terhadap mobil listrik impor dari Tiongkok.
Ketua Xpeng, He Xiaopeng, mengungkapkan rencana perusahaan untuk memproduksi mobil listriknya di Eropa. Namun, lokasi pabrik masih dalam tahap awal penentuan.
Xpeng merupakan salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan UE dalam investigasi subsidi pemerintah Tiongkok terhadap produsen mobil listrik. Meski begitu, Xpeng tidak termasuk dalam perusahaan yang diambil sampelnya, sehingga saat ini dikenakan tarif 20,8 persen.
Di bawah tarif final yang akan diberlakukan UE, Xpeng dan perusahaan non-sampel lainnya akan dikenakan tarif sebesar 21,3 persen.Tarif ini akan naik dari tarif awal yang diumumkan pada awal bulan ini.
Xpeng telah mengekspor mobilnya ke Eropa sejak 2020. Pasar awalnya adalah Norwegia yang kemudian meluas ke negara lain. Perusahaan mencatat adanya peningkatan tajam dalam penjualan internasionalnya.
Saat ini, Xpeng telah hadir di lebih dari 30 negara dan wilayah, termasuk Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Latin.
Langkah Xpeng untuk membangun pabrik di Eropa ini sejalan dengan tren produsen mobil Tiongkok lainnya. Leapmotor, yang didukung Stelantis, telah memulai produksi di Polandia, sementara BYD tengah membangun pabrik di Hongaria. SAIC juga dijadwalkan akan mengumumkan lokasi pabrik barunya untuk memproduksi mobil bermerek MG pada September mendatang.
sumber: https://otomotif.antaranews.com/berita/4293103/xpeng-cari-lokasi-pabrik-di-eropa-di-tengah-kebijakan-tarif-mobil.








