Headline.co.id – Harga Sawit Dinilai Perlu Kompetitif untuk Dongkrak Ekspor
Belitung Timur, Babel -Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Eddy Martono, menyoroti pentingnya kebijakan pemerintah dalam meningkatkan daya saing harga minyak sawit di pasar ekspor.
“Minyak sawit kita lebih mahal dibandingkan minyak bunga matahari, sehingga China mengurangi impor karena alasan harga,” ungkap Eddy, Rabu (tanggal), menanggapi penurunan ekspor minyak sawit.
Eddy mengusulkan penggunaan instrumen fiskal untuk menurunkan harga minyak sawit saat tidak kompetitif dan menaikkannya kembali setelah harga membaik. Meski mendominasi pasar global dengan pangsa 33%, minyak sawit masih menghadapi persaingan dari minyak nabati lain yang menguasai 67% pasar.
“Kita perlu meningkatkan pangsa pasar hingga di atas 50% agar bisa mempengaruhi harga internasional, bukan menetapkannya,” tambah Eddy.
Kendati Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia, Eddy menegaskan bahwa penentuan harga internasional ditentukan oleh pertemuan antara penawaran dan permintaan.
“Malaysia, sebagai produsen terbesar kedua, juga tidak dapat mengendalikan harga. Itu adalah hasil dari dinamika pasar antara penawaran dan permintaan,” jelas Eddy.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan turunannya pada Juli 2024 turun drastis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Volume ekspor turun dari 2,75 juta ton menjadi 1,62 juta ton.
Nilai ekspor juga mengalami penurunan yang signifikan, dari 2,28 miliar dolar AS menjadi 1,39 miliar dolar AS secara tahunan (yoy) dan dari 2,18 miliar dolar AS menjadi 1,39 miliar dolar AS secara bulanan (mtm) pada Juli 2024.
sumber: https://www.antaranews.com/berita/4293423/gapki-perlu-kebijakan-pemerintah-agar-harga-sawit-kompetitif-di-pasar.




















