Headline.co.id ~ Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman meminta seluruh jajaran Polda dan Polres menyesuaikan diri dengan arah kebijakan baru Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Penyesuaian itu dilakukan melalui penguatan tagline “Polisi Bersama Masyarakat” yang menjadi arah kepemimpinan Kapolri. Imbauan tersebut disampaikan pada 8 Oktober 2026 untuk memperkuat kedekatan polisi dengan masyarakat di Maluku Utara. Menurut Arif, jajaran kepolisian harus hadir bersama masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta merespons persoalan secara cepat.
Arif mengatakan pergantian pimpinan Polri membawa penyesuaian terhadap kebijakan dan program kerja di lingkungan kepolisian. Karena itu, Polda Maluku Utara akan mengikuti arah kebijakan baru dengan mendorong pola pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Pergantian Kapolri tentunya kebijakan juga berubah, sehingga jajaran Polda juga harus menyesuaikan. Kita sudah tahu tagline yang baru dari Kapolri adalah Polisi Bersama Masyarakat,” kata Kapolda.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Polisi Diminta Hadir di Tengah Masyarakat
Menurut Arif, tagline “Polisi Bersama Masyarakat” menegaskan pentingnya kehadiran polisi di tengah kehidupan masyarakat. Polisi tidak hanya dituntut hadir saat terjadi gangguan keamanan dan ketertiban, tetapi juga perlu bersama masyarakat menjaga situasi kamtibmas.
“Intinya Polri untuk lebih dekat dengan masyarakat, bersama masyarakat menjaga keamanan, ketertiban, bahu-membahu,” ujarnya.
Ia menyebut arah kebijakan tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Arif menilai kehadiran polisi tidak boleh hanya sebatas menjalankan tugas formal.
Polisi, kata dia, harus mampu memberikan rasa aman sekaligus merespons persoalan keamanan dan ketertiban yang dihadapi masyarakat. Dengan demikian, peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan dapat dirasakan secara nyata.
“Polisi harus berada di tengah masyarakat dan memberikan respons cepat terhadap persoalan keamanan dan ketertiban. Supaya slogan Polri sebagai pelindung, pengayom, pelayan itu masuk, betul-betul dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Pelayanan Humanis dan Berbasis Hati
Kapolda Maluku Utara juga meminta seluruh jajarannya membangun pola pelayanan yang lebih humanis. Menurutnya, kehadiran polisi semestinya tidak menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat, termasuk bagi anak-anak.
Ia meminta seluruh jajaran segera menyesuaikan diri dengan program dari tingkat atas dan menjalankan pelayanan secara tulus.
“Semuanya segera menyesuaikan, harus mengikuti program dari atas. Jadi melayani masyarakat dengan hati,” ucapnya.
Arif mengatakan pendekatan pelayanan berbasis hati telah menjadi salah satu program yang didorongnya sejak menjabat sebagai Kapolda Maluku Utara. Ia menilai program tersebut memiliki kesesuaian dengan tagline baru Kapolri, yakni “Polisi Bersama Masyarakat”.
“Karena program saya salah satunya adalah melayani dengan hati juga. Jadi saya kira itu sejalan,” katanya.
Program Sehari Bersama Masyarakat
Selain menyesuaikan program kerja dengan kebijakan baru Kapolri, Arif akan terus mendorong program “Sehari Bersama Masyarakat”. Program ini menjadi ruang bagi jajaran kepolisian untuk turun langsung ke tengah masyarakat.
Melalui program tersebut, polisi diharapkan dapat mendengar persoalan yang dihadapi masyarakat, menampungnya, serta mencari solusi secara bersama-sama. Pendekatan itu menjadi bagian dari upaya mewujudkan polisi yang lebih dekat dan responsif.
“Saya ada program terakhir itu adalah sehari bersama masyarakat untuk belanja masalah, menampung, kita cari solusinya, kita bantu mencari solusi,” pungkasnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















