Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Agama (Kemenag) bersiap menerapkan manajemen talenta dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) aparatur sipil negara (ASN). Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Implementasi Manajemen Talenta ASN Kementerian Agama yang digelar secara hybrid pada Kamis (8/10/2026). Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta seluruh pegawai mencatat dan melaporkan prestasi mereka kepada pimpinan sebagai bagian dari penerapan talent pool. Kebijakan ini diarahkan untuk mendukung promosi jabatan dan pengembangan karier ASN berdasarkan talenta serta data kinerja yang akurat.
Rapat koordinasi itu diikuti para pejabat eselon I dan II di tingkat pusat, kantor wilayah, serta perguruan tinggi keagamaan negeri se-Indonesia. Para administrator dan ketua tim yang mengelola bidang SDM di kantor wilayah maupun perguruan tinggi keagamaan negeri juga turut hadir.
Nasaruddin mengatakan manajemen talenta telah diterapkan di negara-negara modern dan badan usaha milik negara (BUMN). Menurut dia, pada era revolusioner saat ini, promosi jabatan dan pengembangan karier ASN tidak lagi semata-mata didasarkan pada kedekatan, tetapi harus bertumpu pada talenta dan data kinerja yang akurat atau data-driven.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Jadi saya mohon kepada kita semua kalau memang mau hijrah ke talent pool ini, jangan malu-malu untuk mencatat semua prestasinya, dilaporkan ke pimpinannya,” ujar Nasaruddin dalam rapat tersebut.
Menag Tekankan Pentingnya Data Kinerja
Menag menyebut disiplin, inisiatif, dan pemeliharaan data menjadi hal penting bagi ASN yang ingin memperoleh kesempatan menduduki jabatan tinggi. Ia menilai capaian dan prestasi pegawai perlu dicatat secara berkala meskipun kesibukan pekerjaan kerap membuat pegawai tidak sempat mendokumentasikannya.
“Kesempatan yang terbaik untuk menjadi pejabat tinggi kalau kita itu disiplin, inisiatifnya kuat, dan pendataannya dipelihara,” katanya.
Nasaruddin juga menegaskan pentingnya data dalam pengembangan karier ASN. “Datamu adalah kariermu, kalau anda tidak punya data yang bagus, anda enggak berharap meningkat kariernya,” tutur Menag.
Namun, ia mengingatkan agar pencatatan prestasi tidak berhenti pada pengumpulan daftar capaian. Kinerja dan prestasi pegawai Kemenag harus memberikan dampak bagi masyarakat.
“Apa artinya penuh daftar prestasi daftarnya, tapi tidak punya impact di dalam masyarakat. Jadi kalau kita berfikiran talent pool ini, selalu kita berpikir strategis, apa inputnya, apa outputnya, berapa outcomenya, dan apa impactnya?” ungkapnya.
Biro SDM Diminta Petakan Tantangan Talent Pool
Menag meminta Biro SDM mulai menginventarisasi tantangan dan konsekuensi yang akan muncul ketika talent pool diterapkan di lingkungan Kemenag. Pemetaan tersebut dinilai perlu dilakukan bersama sebagai bagian dari persiapan implementasi manajemen talenta ASN.
“Jadi mohon nanti ya kita bersama-sama menginventarisir tantangan-tantangan apa yang kita hadapi kalau kita akan menerapkan talent pool ini,” imbuh Nasaruddin.
Selain meminta pembaruan data prestasi secara berkala, Menag berpesan agar seluruh jajaran Kemenag tidak alergi terhadap perkembangan teknologi. Pesan tersebut disampaikan sebagai bagian dari arahan dalam penerapan manajemen talenta dan pengelolaan SDM.
Kepala Biro SDM Sekretariat Jenderal Kemenag Muhammad Zain melaporkan, Kemenag telah menerima penghargaan tertinggi di bidang manajemen karier ASN dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), yakni Adi Manawa Nugraha Pratama.
Penghargaan itu diraih berkat indikator percepatan layanan publik dan proses mutasi yang semakin cepat. Menurut Muhammad Zain, capaian tersebut menjadi bagian dari perkembangan pengelolaan karier ASN di Kemenag.
Kemenag Terbitkan 40.292 SK dalam Delapan Bulan
Dalam laporan yang disampaikan pada rapat koordinasi, Biro SDM mencatat telah menerbitkan 40.292 surat keputusan (SK) selama kurun waktu delapan bulan terakhir. Jumlah itu terdiri atas 10.391 SK pada triwulan pertama, 17.875 SK pada triwulan kedua, dan 12.026 SK pada triwulan ketiga.
“Triwulan pertama itu 10.000, ya, pertama 10.391, triwulan kedua 17.875, triwulan ketiga 12.026, totalnya 40.292 SK terbit, bukan proses,” tegas Muhammad Zain.
Ia juga melaporkan bahwa penerapan sistem manajemen talenta terus digenjot untuk mengisi jabatan-jabatan struktural yang kosong dengan suksesor yang kompeten.
Selain manajemen talenta, Kemenag menjadi salah satu dari delapan instansi piloting nasional yang menerapkan aplikasi gaji berbasis web. Program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan Kementerian Keuangan dan BUMN, serta diharapkan mampu menuntaskan isu pagu minus gaji pada tahun mendatang.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.






