Headline.co.id, Bojonegoro ~ Sebanyak 359 calon penerima bantuan UEP mengikuti sosialisasi di Pendopo Malowopati, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (7/10/2026). Bantuan sosial uang untuk Usaha Ekonomi Produktif (UEP) tersebut ditujukan kepada masyarakat Desil 1 sampai Desil 5 yang telah memiliki embrio usaha. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberikan bantuan itu untuk memperkuat modal usaha, sehingga penerima dapat meningkatkan produksi atau penjualan dan menambah pendapatan keluarga. Sosialisasi bagi calon penerima berlangsung sejak 5 Oktober dan dijadwalkan berakhir pada 8 Oktober 2026.
Peserta sosialisasi berasal dari Kecamatan Kapas, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Kepohbaru, Malo, Tambakrejo, dan Temayang. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah daerah menjelaskan pemanfaatan bantuan agar digunakan untuk kebutuhan usaha yang benar-benar produktif.
Bantuan UEP Bojonegoro untuk Usaha yang Sudah Berjalan
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan bantuan UEP diberikan kepada warga yang telah memiliki embrio usaha. Menurut dia, bantuan tersebut bukan sekadar dukungan bagi masyarakat, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan nilai usaha yang sudah dibangun.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Ini bentuk dukungan pemerintah kepada Bapak-Ibu yang sudah ada embrio usaha. Harapannya bisa menambah modal dan meningkatkan nilai dari usaha yang sudah dibangun,” ujar Setyo.
Ia menjelaskan, calon penerima dapat menggunakan bantuan sesuai kebutuhan usaha. Pemanfaatannya lain untuk membeli peralatan, menambah stok dagangan, atau memperbaiki sarana pendukung.
Tambahan modal itu diharapkan mendorong peningkatan kapasitas produksi maupun penjualan. Dengan demikian, usaha yang sebelumnya telah berjalan dapat berkembang dan memberi dampak terhadap pendapatan keluarga.
Setyo mengingatkan calon penerima agar memahami tata cara pemanfaatan bantuan. Ia juga meminta bantuan tersebut digunakan secara tepat dan tidak keluar dari tujuan produktif.
“Kami hanya mendorong, kami hanya mensupport. Kami berharap apa yang diberikan ini disyukuri, digunakan, dimanfaatkan, dan mampu menambah nilai dari usaha Bapak-Ibu,” jelasnya.
Nilai Bantuan Tidak Besar, Pemanfaatan Harus Tepat
Bupati Bojonegoro menegaskan bahwa nilai bantuan yang diberikan tidak besar. Namun, menurut dia, pemanfaatan yang tepat tetap dapat memberikan dampak bagi keberlangsungan usaha penerima.
Karena itu, calon penerima perlu menyesuaikan penggunaan bantuan dengan kebutuhan usaha masing-masing. Peralatan, stok dagangan, dan sarana pendukung menjadi beberapa kebutuhan yang disebut dapat dibiayai melalui bantuan tersebut.
Pemkab Bojonegoro berharap bantuan UEP dan bimbingan yang diberikan dapat membantu penerima memperkuat usaha. Dampak yang diharapkan mencakup peningkatan produksi, bertambahnya penjualan, serta meningkatnya pendapatan keluarga.
Program ini menyasar masyarakat dari sejumlah kecamatan dengan latar usaha yang telah mulai berjalan. Pemerintah daerah menempatkan bantuan sebagai dorongan agar usaha tersebut dapat berkembang dan naik kelas.
Pemkab Bojonegoro Tetapkan Sektor Prioritas
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan dukungan terhadap usaha masyarakat merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Menurut Nurul, pemerintah perlu menetapkan sektor prioritas agar anggaran yang dikelola dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. Ia menyebut kesehatan sebagai prioritas pemerintah saat ini.
“Ketika kita mengelola anggaran, kira-kira apa yang menjadi prioritas. Yang menjadi prioritas hari ini adalah bidang kesehatan,” katanya.
Selain kesehatan, sektor pertanian juga menjadi perhatian Pemkab Bojonegoro. Hal itu berkaitan dengan banyaknya masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian.
Nurul menyebut ketersediaan air, sarana produksi, dan harga hasil panen sebagai sejumlah persoalan yang masih perlu ditangani. Di sisi lain, ia mendorong masyarakat yang memiliki usaha agar terus mengembangkan usahanya.
“Kalau panjenengan punya usaha, tentu ingin naik kelas. Maka usaha yang sudah ada ini harus kita dorong supaya berkembang,” tuturnya.
Melalui bantuan UEP, Pemkab Bojonegoro berharap calon penerima dapat memanfaatkan dukungan tersebut secara optimal. Bantuan dan bimbingan yang diberikan diarahkan untuk memperkuat usaha, meningkatkan produksi atau penjualan, serta menambah pendapatan keluarga.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















