Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menargetkan sedikitnya 30.000 pemuda desa mengikuti program magang dan beasiswa di Jepang. Program magang pemuda desa di Jepang itu disiapkan melalui kerja sama Kemendes PDT dengan Exceed Cooperative Japan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pengembangan ekonomi desa. Program tersebut dibahas Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto saat menerima audiensi Exceed Cooperative Japan dan Hakko Fukushikai Foundation Japan di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Senin (3/8/2026). Peserta akan mengikuti beasiswa dan magang di sejumlah sektor sebelum dipersiapkan kembali ke Indonesia sebagai penggerak pembangunan desa.
Yandri mengatakan, Kemendes PDT akan melakukan pemetaan dan pendetailan program agar pelaksanaannya berjalan sesuai kebutuhan. Pemerintah juga akan melibatkan sepuluh asosiasi desa untuk memenuhi permintaan peserta dari Exceed Cooperative Japan yang mencapai sedikitnya 30.000 orang.
“Kita akan melakukan pemetaan kemudian pendetailan tentang program ini supaya jalan. Kita akan libatkan sepuluh asosiasi desa untuk memenuhi kuota dari permintaan Exceed Cooperative Japan yang mencapai minimal 30.000 orang,” ujar Yandri.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Peserta Magang Disiapkan Menjadi Agregator Desa
Program yang diberi nama “Pemuda Bangun Desa, Bangun Indonesia” tersebut tidak hanya diarahkan untuk memberikan pengalaman kerja dan pelatihan kepada peserta selama berada di Jepang. Setelah menyelesaikan program, para peserta diharapkan kembali ke Indonesia dan menjadi agregator desa.
Agregator desa itu diharapkan mampu memahami serta mengembangkan potensi ekonomi berdasarkan karakteristik wilayah masing-masing. Dengan demikian, pengalaman yang diperoleh melalui program magang dan beasiswa di Jepang dapat diterapkan untuk mendukung pembangunan desa.
“Nanti kita MoU Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia. Perempuan atau laki-laki usia produktif kita berangkatkan ke Jepang dengan pola beasiswa dan magang. Setelah mereka magang, mereka akan menjadi agregator desa yang paham bagaimana memajukan desa sesuai potensi yang ada di desanya,” kata Yandri.
Menurut Yandri, kerja sama tersebut menjadi peluang yang saling menguntungkan bagi Indonesia dan Jepang. Indonesia memiliki sumber daya manusia usia produktif dalam jumlah besar, sedangkan Jepang membutuhkan tambahan tenaga kerja karena jumlah penduduk usia kerjanya menurun.
Sepuluh Asosiasi Desa Dilibatkan dalam Penjaringan
Untuk mendukung pelaksanaan program, Kemendes PDT akan menggandeng sepuluh asosiasi desa dalam proses penjaringan peserta. Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga akan dilibatkan.
Keterlibatan kedua lembaga tersebut, lain, untuk mendukung kebutuhan keberangkatan peserta. Keberangkatan pemuda desa dalam program itu direncanakan mulai tahun depan.
Kemendes PDT dan mitra kerja sama akan menindaklanjuti rencana tersebut melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama di Osaka, Jepang. Dokumen itu akan menjadi dasar pelaksanaan program magang dan beasiswa bagi pemuda desa Indonesia.
Kebutuhan Tenaga Kerja Jepang Meningkat
Presiden Director Exceed Cooperative Japan, Watanabe Daisuke, mengatakan kebutuhan tenaga kerja di Jepang terus meningkat seiring dengan berkurangnya jumlah penduduk usia produktif. Ia menyebut organisasinya telah bekerja sama dengan Indonesia selama tujuh tahun dalam penempatan tenaga kerja di berbagai sektor.
“Selama tujuh tahun ini usia produktif semakin menurun sehingga kami membutuhkan tenaga kerja, terutama dari Indonesia. Selama ini kami banyak menempatkan tenaga kerja pada bidang kesehatan, logistik, konstruksi, pabrik, dan pertanian,” ujar Watanabe.
Melalui kerja sama itu, peserta program magang pemuda desa di Jepang akan memperoleh pengalaman pada berbagai sektor yang membutuhkan tenaga kerja. Setelah kembali, mereka diproyeksikan menjadi penggerak yang mengembangkan potensi ekonomi desa sesuai karakteristik wilayah asalnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















