Headline.co.id ~ Satlantas Polresta Palangka Raya merangkul pemilik dan pengelola bengkel untuk menekan aksi balap liar di wilayah tersebut. Langkah itu dilakukan melalui diskusi guna mencari solusi atas aktivitas balap yang melibatkan komunitas, mekanik, dan joki. Dalam pembahasan tersebut, muncul usulan penyediaan lokasi khusus atau sirkuit agar kegiatan balap dapat berlangsung secara resmi dan aman. Pembahasan itu disampaikan Kasatlantas Polresta Palangka Raya Kompol Hermanto pada Senin (5/10/2026).
Polisi Libatkan Bengkel untuk Tekan Balap Liar
Kompol Hermanto mengatakan, bengkel memiliki posisi strategis dalam upaya menangani balap liar. Pemilik dan pengelola bengkel dinilai bersentuhan langsung dengan komunitas balap, termasuk para mekanik dan joki.
Karena itu, Satlantas Polresta Palangka Raya meminta pihak bengkel memberikan masukan mengenai faktor yang membuat aksi balap terus terjadi. Bengkel juga diharapkan turut menyampaikan pesan kepada anak-anak yang terlibat dalam balap liar.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Kami meminta masukan, apa yang menjadi permintaan mereka dan kenapa balapan ini terus terjadi. Bengkel-bengkel ini juga bisa menyampaikan pesan kepada anak-anak yang melakukan balap liar,” ujar Hermanto, dikutip melalui Antaranews, Senin (5/10/2026).
Pelibatan bengkel tersebut menjadi bagian dari pendekatan kepolisian untuk mencari solusi yang lebih komprehensif. Penanganan balap liar tidak hanya diarahkan pada penertiban, tetapi juga melalui komunikasi dengan pihak-pihak yang berhubungan langsung dengan komunitas balap.
Usulan Sirkuit untuk Menyalurkan Aktivitas Balap
Dari hasil diskusi awal, muncul usulan agar tersedia lokasi khusus atau sirkuit sebagai wadah bagi aktivitas balap. Penyediaan tempat tersebut diharapkan dapat menyalurkan kegiatan para pegiat balap secara resmi dan aman.
Dua lokasi yang disebut untuk dikaji adalah Sirkuit Sabaru dan kawasan Terminal WA Gara. Kedua lokasi itu menjadi opsi awal yang akan dibahas lebih lanjut oleh pihak terkait.
Usulan tersebut muncul sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi balap liar di wilayah Palangka Raya. Dengan adanya lokasi khusus, aktivitas balap diharapkan dapat berlangsung dalam wadah yang sesuai, bukan di ruang yang berpotensi mengganggu ketertiban.
Polisi Koordinasi dengan Wali Kota dan Dinas Terkait
Satlantas Polresta Palangka Raya akan menindaklanjuti hasil diskusi dengan berkoordinasi bersama Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin dan dinas terkait.
Koordinasi itu diperlukan untuk membahas lebih lanjut kemungkinan penyediaan lokasi balap, termasuk pengkajian terhadap Sirkuit Sabaru dan kawasan Terminal WA Gara. Pihak kepolisian belum menyampaikan keputusan akhir mengenai lokasi yang akan digunakan.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menjadi upaya penertiban hukum terhadap balap liar. Polisi juga berupaya memberikan wadah yang tepat bagi para pegiat balap melalui keterlibatan komunitas bengkel dan pembahasan bersama pemerintah daerah.
Dengan pendekatan itu, Satlantas Polresta Palangka Raya berupaya menggabungkan penertiban dan pencarian solusi bagi aktivitas balap di wilayah tersebut. (sumber: Korlantas Polri)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















