Headline.co.id ~ Gempa bumi mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (4/10/2026) pukul 06.55 WITA. Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonu Wulla meninjau langsung kondisi warga dan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah pada hari yang sama. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat, mempercepat pendataan kerusakan, serta mengoordinasikan penanganan darurat. Hingga pukul 18.00 WITA, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat puluhan rumah warga dan 13 fasilitas umum terdampak gempa.
Gempa Sumba Barat Daya Berdampak pada Enam Wilayah
Berdasarkan data sementara BPBD, satu warga mengalami luka ringan setelah tertimpa reruntuhan bangunan. Warga tersebut menjalani rawat jalan. Sementara itu, tidak terdapat korban jiwa akibat gempa tersebut.
Kerusakan rumah warga tercatat di Kecamatan Kodi, Kodi Bangedo, Kodi Utara, Kodi Balaghar, Wewewa Selatan, dan Kota Tambolaka. Dari rumah yang telah diklasifikasikan, satu rumah mengalami rusak berat, enam rumah rusak sedang, dan 33 rumah rusak ringan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Data tersebut masih dalam proses pemutakhiran oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya melalui instansi terkait. Pendataan dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dan kerusakan bangunan dapat diidentifikasi secara menyeluruh.
13 Fasilitas Umum Ikut Rusak
Selain rumah warga, gempa Sumba Barat Daya juga menyebabkan kerusakan pada 13 fasilitas umum. Sebanyak 12 fasilitas dilaporkan mengalami rusak berat, sedangkan satu fasilitas mengalami rusak sedang.
Fasilitas yang terdampak meliputi rumah ibadah, sekolah dasar, puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), kantor jaga PLN, serta balai desa atau kelompok bermain (KB). Kondisi kerusakan pada fasilitas-fasilitas tersebut menjadi bagian dari pendataan dan penanganan yang dilakukan pemerintah daerah.
Pemutakhiran informasi di lapangan ditujukan agar penanganan dan bantuan dapat disalurkan secara cepat serta tepat sasaran. Pemerintah daerah masih mengumpulkan data mengenai dampak gempa dari wilayah-wilayah yang terdampak.
Bupati Koordinasikan Penanganan Darurat
Dalam kunjungan ke lokasi terdampak, Ratu Ngadu Bonu Wulla didampingi Kepala BPBD, Kepala Dinas Koperasi, dan Kepala Dinas Perumahan. Rombongan juga berkoordinasi dengan Camat Kodi, Camat Kodi Bangedo, Kapolsek Kodi, dan Kapolsek Kodi Bangedo.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memantau kondisi warga sekaligus situasi keamanan di wilayah terdampak. Bupati juga menyapa dan berdialog langsung dengan masyarakat untuk mendengarkan kondisi serta kebutuhan mereka setelah gempa.
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya memastikan jajaran terkait bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) terus bergerak melakukan penanganan darurat. Penanganan mencakup pemantauan kondisi warga, pendataan kerusakan, dan identifikasi kebutuhan masyarakat terdampak.
Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memberikan dukungan kepada warga agar tetap tenang. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
Warga Diminta Mengikuti Informasi Resmi
Gempa yang mengguncang Sumba Barat Daya pada Minggu pagi itu berpusat di wilayah Kodi. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Seiring pendataan yang masih berlangsung, pemerintah daerah terus melakukan pemutakhiran informasi mengenai jumlah warga terdampak, kondisi rumah, serta kerusakan fasilitas umum. Data tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan penanganan dan penyaluran bantuan di lapangan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















